Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Prestasi dan keimanan menjadi dua fondasi yang perlu tumbuh beriringan dalam membentuk generasi muda yang tangguh. Semangat itu menjadi ruh pelaksanaan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat SD dan SMP yang digelar di SMP Negeri 1 Seputih Raman, Selasa (15/9/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., hadir dalam kegiatan tersebut. Pentas PAI mengusung tema “Saat Prestasi Dipadukan dengan Keimanan, Lahirlah Generasi Islam yang Membanggakan.”
Bagi Kemenag Lampung Tengah, Pentas PAI bukan semata-mata ajang perlombaan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, keterampilan, kreativitas, sekaligus menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri melalui berbagai bidang Pendidikan Agama Islam.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Lampung Tengah, Komang Koheri, S.E., M.Sos., Kepala Dinas Pendidikan, Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Lampung Tengah, Pokjawas PAI, jajaran Polsek dan Koramil, camat, kepala KUA, kepala kampung, Ketua DWP Kemenag Lampung Tengah, serta para peserta Pentas PAI tingkat SD dan SMP.
Dalam sambutannya, H. Maryan Hasan mengapresiasi terselenggaranya Pentas PAI sebagai bagian dari upaya memberikan ruang tumbuh bagi peserta didik. Menurutnya, pendidikan agama mempunyai posisi penting dalam membangun karakter anak, sehingga keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak dan keimanan.
“Prestasi itu penting, tetapi akan lebih bermakna apabila dibarengi dengan keimanan dan akhlak yang baik. Melalui Pentas PAI ini, kita berharap lahir generasi Lampung Tengah yang berprestasi, percaya diri, religius, dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Maryan.
Ia menilai, kompetisi yang sehat sejak usia sekolah dapat membentuk sikap sportif, disiplin, berani tampil, sekaligus mampu menghargai kemampuan orang lain. Karena itu, Pentas PAI diharapkan tidak berhenti pada pencapaian juara, tetapi memberikan pengalaman yang membentuk karakter peserta didik dalam jangka panjang.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa. Mari kita bersama-sama memberikan pendidikan terbaik, tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membangun hati, akhlak, dan keimanan mereka,” katanya.
Menurut Maryan, penguatan pendidikan agama juga membutuhkan dukungan lintas sektor. Sinergi antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, pemerintah kecamatan dan kampung, serta unsur terkait menjadi bagian penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mengembangkan potensi anak secara utuh.
Melalui Pentas PAI, peserta didik tidak hanya memperoleh kesempatan menunjukkan kemampuan di bidang keagamaan, tetapi juga belajar tentang kerja keras, keberanian, tanggung jawab, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa mendatang.
Penyelenggaraan Pentas PAI tingkat SD dan SMP di Lampung Tengah diharapkan terus berkembang menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan peserta didik berprestasi sekaligus memiliki landasan iman dan akhlak yang kuat. Dengan demikian, prestasi yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan di panggung kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi penerus yang berkualitas bagi daerah dan bangsa.
Humas Lampung Tengah