Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Masjid memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan keagamaan sekaligus memperkuat ikatan sosial masyarakat. Karena itu, penguatan organisasi yang bergerak dalam membangun kecintaan terhadap masjid dinilai penting agar fungsi masjid dapat berkembang melampaui aktivitas peribadatan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Ahmad Tajudin, S.Ag., M.Pd.I., saat mewakili Kepala Kemenag Lampung Tengah menghadiri Pengukuhan Pengurus Cabang Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) Kabupaten Lampung Tengah dan Pengurus MCMI Kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah di Sesat Agung Gunung Sugih, Rabu (19/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran MCMI dalam menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap masjid. Bagi Kementerian Agama, gerakan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong masjid agar semakin aktif dalam pembinaan keagamaan, pendidikan, penguatan ukhuwah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ahmad Tajudin mengatakan, MCMI memiliki peluang untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan Kementerian Agama dalam memperkuat ekosistem kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kecintaan terhadap masjid perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam menjaga, memakmurkan, dan mengembangkan fungsi masjid.
“Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun ukhuwah, pembinaan umat, pendidikan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Karena itu, keberadaan MCMI diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam memakmurkan masjid,” ujar Ahmad Tajudin.
Ia menekankan, masjid dapat menjadi salah satu pusat penguatan kehidupan masyarakat apabila dikelola secara terbuka, produktif dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Pengurus MCMI diharapkan mampu mengembangkan program yang tidak hanya menghidupkan aktivitas masjid, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Untuk itu, ia mengajak jajaran pengurus yang baru dikukuhkan menjalankan amanah secara bertanggung jawab dengan membangun koordinasi lintas sektor. Sinergi dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid serta berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar program yang dijalankan memiliki dampak yang lebih luas.
“Semoga kepengurusan yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan baik dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kecintaan dan kepedulian terhadap masjid,” katanya.
Menurut Ahmad Tajudin, memakmurkan masjid pada akhirnya bukan hanya tentang meningkatkan jumlah kegiatan di dalamnya. Lebih dari itu, masjid diharapkan mampu menjadi ruang yang menghadirkan pembinaan, pendidikan, kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Pengukuhan pengurus MCMI Kabupaten Lampung Tengah hingga tingkat kecamatan diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun gerakan bersama yang lebih terarah. Dengan jaringan kepengurusan yang terbentuk di berbagai wilayah, MCMI diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga keberadaan dan fungsi strategis masjid.
Kegiatan pengukuhan berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pengurus MCMI serta sejumlah undangan dari berbagai unsur di Kabupaten Lampung Tengah. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi para pengurus untuk menerjemahkan semangat cinta masjid ke dalam kerja nyata yang memberi manfaat bagi umat dan masyarakat.
Humas Lampung Tengah