Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Piodalan Pura Dharma Yoga di Kampung Karang Sari, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memperkuat sraddha dan bhakti sekaligus merefleksikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Upacara keagamaan tersebut dilaksanakan pada Minggu (4/10/2026) dengan diikuti umat dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Piodalan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk mempererat hubungan spiritual dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Kehadiran umat dalam persembahyangan mencerminkan semangat menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada dan I Wayan Johni Artadi. Setelah persembahyangan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan dharma wacana yang disampaikan I Ketut Ginada.
Dalam penyampaiannya, I Ketut Ginada mengajak umat agar memaknai piodalan tidak sebatas sebagai pelaksanaan ritual, melainkan sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual.
“Melalui piodalan ini, mari kita sejenak meninggalkan rutinitas kehidupan sehari-hari untuk menghubungkan diri dengan Sang Maha Pencipta. Piodalan jangan hanya berhenti pada ritual, tetapi hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan yadnya perlu diterapkan secara nyata melalui perilaku yang mencerminkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Pemaknaan tersebut penting agar kegiatan keagamaan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi mampu membentuk sikap dan karakter umat dalam kehidupan sosial.
Menurut I Ketut Ginada, peningkatan kualitas spiritual hendaknya berjalan seiring dengan peningkatan kepedulian sosial. Bhakti kepada Tuhan, kata dia, dapat diwujudkan melalui perilaku yang baik, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam menjaga keharmonisan lingkungan dan kehidupan bersama.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan piodalan, terutama dalam menempatkan kegiatan keagamaan sebagai sarana pembinaan umat. Dengan pemahaman yang baik, setiap ritual diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual sekaligus mendorong umat untuk menghadirkan nilai-nilai ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan Piodalan Pura Dharma Yoga berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Antusiasme umat menunjukkan kuatnya peran kehidupan keagamaan dalam membangun kebersamaan masyarakat Hindu di Kampung Karang Sari.
Melalui piodalan tersebut, umat diharapkan tidak hanya semakin kuat dalam sraddha dan bhakti, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai keagamaan ke dalam sikap, perilaku, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, kehidupan beragama dapat terus menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis, bertanggung jawab, dan saling menghargai.
Humas Lampung Tengah