Mesuji, Kemenag (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mesuji terus berupaya meningkatkan kesiapan calon pengantin (catin) dalam membangun rumah tangga yang harmonis, bahagia, dan penuh keberkahan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada calon pengantin agar lebih siap menjalani kehidupan berumah tangga, baik dari segi agama, mental, maupun tanggung jawab dalam membina keluarga.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala KUA Kecamatan Mesuji, Ruslan, Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya persiapan diri sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Menurutnya, pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga yang membutuhkan komitmen untuk saling memahami, menghargai, dan bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan landasan agama yang kuat, komunikasi yang baik, kesabaran, serta kerja sama antara suami dan istri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mesuji. Materi yang diberikan meliputi pentingnya membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, hak dan kewajiban suami istri, komunikasi dalam rumah tangga, serta upaya menyelesaikan permasalahan keluarga secara bijaksana sesuai dengan tuntunan agama Islam.
Melalui bimbingan tersebut, calon pengantin diharapkan memahami bahwa kehidupan pernikahan membutuhkan kesiapan, komitmen, dan kesediaan untuk saling mendukung dalam suka maupun duka. Pasangan suami istri juga diharapkan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan keluarga.
Kegiatan Bimbingan Perkawinan ini menjadi salah satu bentuk komitmen KUA Kecamatan Mesuji dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya calon pengantin. Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Mesuji berharap para calon pengantin tidak hanya siap melaksanakan akad nikah, tetapi juga memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (Aimatul Qiptiyah)