Mesuji, IPARI (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kabupaten Mesuji mengikuti kegiatan Retret Penyuluh Agama Islam bertema Literasi dan Inklusi Keuangan, Waspada Investasi Ilegal, serta Pembukaan 1.000 Akun Saham di Aula Gedung PKK Park, Lampung Selatan, Rabu (14/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, perwakilan Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan, serta narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Ikatan KSEI Syariah Indonesia (iKISI). Kegiatan tersebut diikuti oleh Penyuluh Agama Islam se-Provinsi Lampung
Acara secara resmi dibuka oleh perwakilan Gubernur Lampung. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi antara Kementerian Agama dan OJK dalam memberikan literasi keuangan kepada masyarakat melalui Penyuluh Agama Islam.
Sebelum memasuki materi inti, Kakanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, memberikan pengarahan terkait jati diri dan tugas Penyuluh Agama Islam, yaitu informatif dalam menyampaikan informasi keagamaan yang benar, edukatif dalam mendidik umat, konsultatif sebagai tempat konsultasi umat, serta advokatif dalam membela dan melindungi umat dari paham menyimpang.

Kakanwil juga berpesan agar penyuluh memperbanyak literasi, tidak hanya literasi agama, tetapi juga literasi keuangan syariah, sehingga mampu menjawab tantangan umat di era digital. Penyuluh diharapkan dapat memberikan penerangan kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi inti dari empat lembaga keuangan. OJK menjelaskan tugasnya sebagai pengawas lembaga keuangan sekaligus memaparkan ciri-ciri investasi ilegal, seperti iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat, tidak memiliki izin OJK, serta menggunakan skema member get member. Penyuluh diminta menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan prinsip “2L”, yaitu Legal dan Logis, sebelum masyarakat memutuskan untuk berinvestasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal.

Selanjutnya, Bank Syariah Indonesia (BSI) memaparkan sejumlah program keuangan syariah yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya Tabungan Emas BSI, pembiayaan rumah Griya Hasanah, dan Tabungan Haji. Program tersebut bertujuan mendorong masyarakat Mesuji dan Lampung beralih dari investasi konvensional yang tidak jelas ke pilihan investasi emas syariah yang aman dan halal.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan cara melakukan perdagangan saham syariah, perbedaan investasi dan judi, serta potensi keuntungan jangka panjang. Dalam kesempatan tersebut, disosialisasikan pula Gerakan Pembukaan 1.000 Akun Saham bagi Penyuluh Agama Islam se-Lampung agar para penyuluh tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga meningkatkan literasi investasi demi kesejahteraan keluarga.(Salamun)