Metro, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Abdul Haris, menghadiri acara Pengukuhan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung, Sabtu (8/8/2026), bertempat di Gedung Academic and Global Center (GAC) UIN Jurai Siwo Lampung.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain beserta jajaran, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Rektor UIN Raden Intan Lampung Wan Jamaludin, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi senat memasuki ruangan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Jurai Siwo Lampung, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, serta pembukaan Sidang Senat Terbuka UIN Jurai Siwo Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan sambutan pada acara pengukuhan. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Pengukuhan guru besar menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi. Para guru besar diharapkan tidak hanya berperan dalam pengembangan keilmuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi pemikiran dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan, sambutan, prosesi pengukuhan guru besar, hingga penutupan Sidang Senat Terbuka UIN Jurai Siwo Lampung.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Launching UIN Jurai Siwo Lampung dan peresmian Gedung Laboratorium Terintegrasi, serta pembinaan ASN dan pelantikan pengurus pesantren.
Kehadiran Kepala Kemenag Kota Metro bersama Wali Kota Metro dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi keagamaan dalam memajukan pendidikan serta kehidupan keagamaan di Provinsi Lampung.
Penulis: Ariel Riyadh
Editor: Mela Basyar