Way Kanan, Kemenag (Humas) — Setiap jabatan dan kewenangan yang diberikan kepada seseorang pada hakikatnya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan M. Ali saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Way Kanan sekaligus mendapat amanah sebagai petugas pembaca doa dalam agenda rapat paripurna, Selasa (15/09/2026).
Dalam doa yang disampaikan pada rapat paripurna tersebut, M. Ali mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memaknai jabatan bukan semata-mata sebagai kedudukan, melainkan sebagai amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan dan keputusan yang diambil oleh para pemegang amanah memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan hendaknya lahir dari niat yang baik, pikiran yang jernih, kejujuran, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
“Di balik setiap angka dalam anggaran terdapat harapan rakyat, di balik setiap program terdapat kehidupan masyarakat, dan di balik setiap keputusan terdapat amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” ujar M. Ali dalam doanya.
Menurutnya, amanah dalam jabatan tidak cukup hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara administratif, tetapi juga membutuhkan integritas, ketulusan, dan kesadaran moral dalam setiap tindakan.
“Jabatan bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan semata, tetapi sebuah amanah yang harus dijaga. Semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul,” ungkapnya.
M. Ali juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan anggota legislatif untuk senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas.
“Jangan sampai jabatan membuat kita lupa bahwa pada akhirnya kita adalah pelayan masyarakat. Kekuasaan seharusnya menjadi jalan untuk melayani, bukan untuk dilayani,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan program dan kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap program yang direncanakan hendaknya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Semoga apa yang kita putuskan hari ini bukan hanya baik secara administratif, tetapi juga membawa kemaslahatan, keadilan dan keberkahan bagi masyarakat Way Kanan,” lanjutnya.
Dalam doanya, M. Ali juga memohon agar seluruh rangkaian pembahasan dan keputusan dalam rapat paripurna diberikan kelancaran serta menghasilkan keputusan terbaik bagi Kabupaten Way Kanan.
“Ya Allah, berikanlah kepada para pemimpin kami kejernihan dalam berpikir, keteguhan dalam memegang amanah, kejujuran dalam menjalankan tugas, serta keberanian untuk mengambil keputusan yang benar dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap para pemangku kebijakan senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan serta menjauhkan daerah dari berbagai perpecahan dan kepentingan yang dapat menghambat pembangunan.
“Jadikanlah setiap kebijakan yang lahir dari forum ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk membangun Way Kanan yang lebih maju, masyarakat yang sejahtera, kehidupan yang rukun, serta daerah yang senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi bersama bahwa jabatan merupakan titipan sekaligus tanggung jawab. Setiap keputusan yang diambil hari ini akan memberikan dampak bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pertanggungjawaban para pemegang amanah di kemudian hari.
Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Way Kanan berlangsung dengan tertib. Kehadiran M. Ali sebagai petugas pembaca doa turut memberikan nuansa religius sekaligus pengingat moral bagi seluruh peserta sidang agar setiap tugas dan kewenangan senantiasa dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan.(Humas)