Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Sinergi Kemenag, DLH, dan FKUB Way Kanan Perkuat Toleransi Beragama dan Kepedulian Lingkungan

Sabtu, 17 Oktober 2026 • Humas Way Kanan •Editor: Anggithya
Sinergi Kemenag, DLH, dan FKUB Way Kanan Perkuat Toleransi Beragama dan Kepedulian Lingkungan
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan
Foto: Humas Kemenag Way Kanan

Way Kanan, Kemenag (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Way Kanan menggelar penyuluhan lingkungan hidup dan moderasi beragama dihadapan kurang lebih 50 siswa-siswi madrasah swasta serta siswa-siswi beragama Kristen dan Katolik di Kabupaten Way Kanan. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blambangan Umpu, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat sikap toleransi dan kerukunan antarumat beragama di kalangan generasi muda.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, dalam materinya mengajak para peserta untuk menjaga alam sekaligus membangun sikap saling menghormati terhadap pemeluk agama lain.

“Bersama-sama kita merawat alam, bumi yang kita tempati. Bersama-sama pula kita membangun toleransi dengan pemeluk agama lain. Agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat lingkungan. Menurutnya, kerusakan alam yang tidak diantisipasi dapat menimbulkan bencana yang berdampak bagi kehidupan manusia.

“Sebagai khalifah, sudah seharusnya kita menjaga alam. Jika kita tidak merawat lingkungan, dampaknya akan kembali kepada kita dalam bentuk bencana. Karena itu, menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah Beracun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Way Kanan, Iswahyudi, menyampaikan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan di tengah ancaman pemanasan global dan anomali cuaca.

Ia menjelaskan bahwa perilaku manusia yang kurang memperhatikan lingkungan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kerusakan alam. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengambil peran nyata, dimulai dari lingkungan rumah tangga.

“Sampah adalah tanggung jawab kita semua. Mulailah memilah sampah dari rumah, bedakan sampah organik dan nonorganik. Selain membantu menjaga lingkungan, sampah nonorganik yang dikelola dengan baik juga bisa menjadi sumber penghasilan,” ungkapnya.

Iswahyudi mengajak seluruh peserta untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Hayu, kita sama-sama peduli dengan lingkungan hidup kita. Kalau bukan kita, siapa lagi? Hiduplah dari sampah daripada menjadi sampah,” pesannya kepada para peserta.


Materi berikutnya disampaikan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Way Kanan, Sahrul, yang mengulas pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat yang beragam keyakinan.

Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama mengajarkan setiap orang untuk bersikap moderat atau mengambil jalan tengah, tanpa kehilangan keyakinan terhadap agama yang dianutnya maupun merampas hak orang lain dalam menjalankan keyakinan.

“Kita tidak boleh ragu terhadap agama yang kita anut, tetapi kita juga tidak boleh menutup kesempatan orang lain untuk memeluk dan menjalankan agama yang diyakininya,” jelasnya.

Menurutnya, perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis. Sebaliknya, perbedaan harus disikapi dengan saling menghormati, menghargai, dan menjaga kerukunan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan bersama Dinas Lingkungan Hidup berharap para siswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga menjunjung tinggi toleransi serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Penyuluhan ini menegaskan bahwa merawat bumi dan merawat kerukunan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. (Humas)