Lampung, (Humas) — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Ny. Mardhoti Puji Raharjo, didampingi Wakil Ketua dan Pengurusnya menghadiri acara Istighosah dan Pengajian Bulanan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia secara virtual melalui Zoom Meeting pada Kamis (8/8).
Ny. Mardhoti Puji Raharjo menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya acara tersebut. “Sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama Lampung, saya menyambut penuh syukur dan rasa bangga acara Istighosah dan Pengajian Bulanan ini,” ujarnya.
Mardhoti menyebutkan acara ini tidak hanya memperkuat silaturahmi di antara anggota Dharma Wanita Persatuan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mendalami dan menghayati ajaran agama dengan lebih mendalam. “Istighosah dan pengajian seperti ini merupakan sarana yang sangat penting untuk memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, dan memperdalam pemahaman kita terhadap nilai-nilai agama,” tambahnya.
Terkait dengan tema yang diambil "Relasi Syari'at dan Hakikat," Ia menilai sangat relevan dan mendalam. Menurutnya, pemahaman komprehensif terhadap syari'at sebagai aturan formal dan hakikat sebagai esensi spiritual sangat penting dalam praktik keagamaan sehari-hari.
Dikatakan Mardhoti, pemahaman syari'at yang benar sangat krusial untuk membentuk karakter dan moral umat. "Penting bagi kita untuk tidak hanya memahami syari'at secara tekstual, tetapi juga untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai hakikatnya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang syari'at dapat membantu umat dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan penuh berkah. "Dengan memahami hakikat syari'at, kita dapat menghindari kesalahpahaman dan menjalani kehidupan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang sebenarnya," ujarnya.
Ia berharap acara ini dapat berlangsung rutin dan menjadi inspirasi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengamalkan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DWP Kemenag RI, Ny. Eny Retno Yaqut, memimpin acara dan menjelaskan bahwa tema "Relasi Syari'at dan Hakikat" mengandung dua kata penting. Syariah, menurutnya, berarti aturan, prosedur, dan hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an dan KBBI. “Syariah merupakan sistem atau aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan semesta,” ungkapnya.
Di sisi lain, hakikat didefinisikan sebagai tujuan, inti, esensi, atau substansi, yang dalam tasawuf menunjukkan kebenaran esoteris. “Hakikat adalah bentuk amalan hati yang dilakukan dengan penuh kepasrahan kepada Allah, yang mengantarkan kita kepada ma'rifatullah,” tambahnya.
Dalam laporannya, Ketua DWP UP Sekjen, Ny. Hj. Hilda Ainissyifa, menyampaikan bahwa acara Istighosah dan Pengajian Bulanan dilaksanakan secara hybrid, baik offline maupun online. “Peserta offline berjumlah 255 orang, termasuk Pengurus Pusat DWP Kemenag RI, Ketua DWP PTKN, dan tamu undangan lainnya,” jelasnya.
Acara ini ditutup dengan ceramah dan doa yang dipimpin oleh KH. Akhmad Shodiq. Hilda Ainissyifa menggarisbawahi bahwa pengajian bulan ini mengangkat tema "Relasi Syari'at dan Hakikat" yang menggambarkan hubungan erat antara aspek zohir dan bathin dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.(Anggithya/Baihaqi)