Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Memasuki hari kedua rangkaian perlombaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan semakin meriah dan semarak. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, ragam perlombaan yang digelar tidak hanya menuntut ketangkasan fisik, tetapi juga wawasan kebangsaan, olah vokal, hingga keterampilan tata boga.
Kegiatan pada hari kedua ini dirancang dengan tujuan yang sangat komprehensif, yakni untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui penghayatan naskah konstitusi, melatih kepercayaan diri dan harmoni melalui seni, serta mempererat ikatan kekeluargaan (bonding) antara siswa dan wali kelas melalui kerja sama yang menyenangkan di luar jam pelajaran kelas.
Kemeriahan hari kedua ini diwarnai dengan beberapa perlombaan yang berjalan secara paralel. Di bidang akademik dan nasionalisme, digelar Lomba Menghafal Teks Pembukaan UUD 1945. Berpusat di ruang kelas 8C. Para peserta tampil dengan penuh percaya diri dan lantang melafalkan konstitusi dasar negara. Sementara itu, suasana syahdu nan harmonis menggema dari dalam Aula MTsN 1 Lampung Selatan. Di lokasi ini, perwakilan kelas saling bersaing menunjukkan kualitas vokal terbaik mereka dalam Lomba Paduan Suara dengan membawakan lagu-lagu wajib nasional dan daerah.
Dari sekian banyak agenda di hari kedua, pusat perhatian seluruh warga madrasah tertuju pada lapangan depan aula. Di sinilah Lomba Memasak Nasi Goreng digelar. Perlombaan ini menjadi yang paling meriah dan menyedot antusiasme penonton karena memadukan kekompakan khusus antara siswa kelas 9 dan wali kelasnya masing-masing. Tampak para wali kelas 9 turun tangan langsung, berbaur bersama siswa didiknya memotong sayuran, mengulek bumbu, hingga menumis bahan di atas wajan. Sorak-sorai supporter dari masing-masing kelas membuat suasana lapangan semakin "pecah" dipenuhi canda tawa dan aroma sedap masakan.
Melihat antusiasme yang luar biasa pada hari kedua ini, Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I., tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyempatkan diri berkeliling meninjau perlombaan dan mencicipi hasil karya nasi goreng dari para peserta. "Hari kedua ini sungguh memberikan warna yang luar biasa bagi madrasah kita. Di satu sisi, kita melihat anak-anak tampil sangat khidmat dan cerdas menghafalkan Pembukaan UUD 1945 di kelas serta bernyanyi merdu di aula. Di sisi lain, kita melihat pemandangan yang sangat hangat di lapangan, di mana siswa dan wali kelas 9 saling bahu-membahu memasak nasi goreng. Inilah esensi kemerdekaan sejati; kebersamaan, persatuan, dan kegembiraan lintas generasi. Saya sangat mengapresiasi kreativitas panitia dan kekompakan seluruh peserta lomba hari ini," ungkapnya. (Andri)