Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Ikhtiar Langit Atasi Kemarau dan Abu Vulkanik, MTsN 1 Lamsel Khusyuk Ikuti Salat Istisqa Bersama Pemkab

Kamis, 10 September 2026 • MTsN 1 Lampung Selatan •Editor: Antonius Jemi
Ikhtiar Langit Atasi Kemarau dan Abu Vulkanik, MTsN 1 Lamsel Khusyuk Ikuti Salat Istisqa Bersama Pemkab
MTsN 1 Lampung Selatan
MTsN 1 Lampung Selatan
Foto: Andri Sofyandi

Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Menghadapi kondisi cuaca kemarau panjang yang mulai memicu kekeringan serta dampak lingkungan akibat sisa-sisa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan turut ambil bagian dalam pelaksanaan ibadah Salat Istisqa (salat memohon hujan) secara berjamaah pada Kamis (10/9/2026).

Kegiatan spiritual yang diinisiasi lewat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan ini digelar serentak di 17 kecamatan. Khusus untuk wilayah Kecamatan Kalianda, pusat kegiatan dilangsungkan di lapangan MAN 1 Lampung Selatan.

Acara ini berlangsung khusyuk dengan dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan, H. Radityo Egi Pratama, S.T., M.B.A., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Kepala Kantor Kemenag Lampung Selatan, H. Ahmad Rifai, S.E., M.M. Selain jajaran pejabat, barisan saf salat juga dipenuhi oleh para pegawai Kemenag, dewan guru madrasah negeri maupun swasta, dan unsur masyarakat terkait lainnya.

Tujuan utama dari digelarnya ibadah ini adalah untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Hujan yang turun diharapkan dapat menyudahi ancaman krisis air bersih, sekaligus secara ekologis membantu meluruhkan sisa-sisa abu vulkanik GAK yang masih menyelimuti udara dan lingkungan. Dalam rangkaian ibadah tersebut, bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Dadang Sa’aduddin, Kepala KUA Kecamatan Candipuro. Sementara itu, rangkaian zikir dan istigasah dipimpin oleh Nurhasab, Penyuluh Agama Islam KUA Kalianda. 

Bupati Lampung Selatan, H. Radityo Egi Pratama, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk melangitkan doa dengan penuh ketawadukan. "Semoga Allah SWT berkenan menurunkan hujan yang membawa rahmat, bukan bencana; hujan yang menyuburkan tanah, mengisi sumber-sumber air, menghidupkan tanaman, serta memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat Lampung Selatan," harap Bupati Egi.

Senada dengan Bupati, Kepala Kantor Kemenag Lampung Selatan, H. Ahmad Rifai, mengingatkan bahwa ikhtiar batin memohon hujan harus selaras dengan ikhtiar lahiriah berupa pelestarian alam. "Memohon hujan adalah bagian dari ikhtiar kita kepada Allah. Tetapi setelah itu, kita juga perlu memperbaiki ikhtiar kita sebagai manusia dengan menjaga lingkungan, merawat sumber air, dan membangun pola hidup yang lebih ramah terhadap alam," tegas H. Ahmad Rifai. 

Keikutsertaan MTsN 1 Lampung Selatan dalam agenda akbar ini merupakan wujud nyata integrasi antara pendidikan spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menanggapi pelaksanaan Salat Istisqa tersebut, Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan pesan reflektif yang mendalam. "Kehadiran ASN dan keluarga besar MTsN 1 Lampung Selatan pada Salat Istisqa hari ini adalah bentuk kepasrahan total sekaligus ikhtiar batin kita menyikapi ujian kekeringan dan sisa abu vulkanik GAK. Apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati dan Bapak Kakan Kemenag menjadi pengingat keras bagi kita semua di lingkungan madrasah, bahwa doa yang khusyuk harus selalu dibarengi dengan aksi nyata menjaga keseimbangan alam. Melalui momentum ini, saya berharap hujan rahmat segera membasahi bumi Lampung Selatan, dan kita sebagai pendidik semakin terpacu untuk menanamkan karakter cinta lingkungan kepada seluruh peserta didik demi masa depan yang lebih baik," pungkas Ibu Rahmi Zulyana mengakhiri kegiatan. (Andri)