Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Dedikasi tenaga pendidik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan dalam upaya melestarikan budaya dan bahasa lokal patut mendapat apresiasi tinggi. Dua perwakilan guru mata pelajaran Bahasa Lampung dari madrasah tersebut, yakni Arifin Efendi, S.Pd. dan Andri Sofyandi, S.H., M.Pd., dipercaya tampil sebagai Narasumber atau Guru Utama dalam kegiatan Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Jenjang SD dan SMP se-Lampung Selatan. Kegiatan strategis yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Lampung Kabupaten Lampung Selatan ini dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di SMP Muhammadiyah Kalianda.
Agenda pengimbasan ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) RBD yang telah diamanatkan dan diikuti oleh kedua guru tersebut secara intensif pada 23 hingga 25 April lalu. Kini, tiba saatnya bagi mereka untuk mentransfer ilmu dan memfasilitasi 30 peserta guru yang berasal dari tingkat SD dan SMP/MTs se-Kabupaten Lampung Selatan. Di hadapan puluhan tenaga pendidik, Arifin Efendi dan Andri Sofyandi membagikan materi sekaligus praktik aplikatif yang dirancang khusus agar relevan dengan minat siswa masa kini. Khusus untuk pengimbasan bidang SMP/MTs, materi difokuskan pada empat keterampilan utama, yaitu:
· Komedi Tunggal (Stand-up Comedy berbahasa Lampung)
· Cerita Buntak / Cerbun (Cerita Pendek)
· Pidato Bahasa Lampung
· Aksara Lampung
Ketua MGMP Bahasa Lampung Kabupaten Lampung Selatan, Elliyanti, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini memegang peranan vital bagi kelestarian budaya. "Guru-guru yang hadir hari ini diharapkan mampu menumbuhkan tunas-tunas baru dalam mempertahankan bahasa ibu di Bumi Lampung. Puncak dari RBD ini bukanlah sekadar pengimbasan kepada Bapak/Ibu guru yang hadir saat ini, melainkan bagaimana bahasa dan budaya Lampung itu tumbuh dan berkembang. Sebagai dukungan nyata, Pemerintah Provinsi Lampung akan melaksanakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) pada tahun ini. Maka, kami menargetkan guru-guru di sini mampu menyiapkan dan mengirimkan delegasi terbaik sekolahnya pada seleksi tingkat kabupaten sekitar dua minggu ke depan," papar Elliyanti.
Bertindak sebagai pemateri yang menyalurkan ilmu pengimbasan, Arifin Efendi, S.Pd., menyatakan optimisme dan harapannya terhadap seluruh peserta yang hadir. "Menjadi fasilitator bagi rekan-rekan sejawat adalah sebuah amanah besar. Materi seperti Komedi Tunggal dan Cerbun ini sengaja kami bedah secara mendalam karena pendekatannya sangat cocok untuk anak-anak muda saat ini. Kami berharap Bapak dan Ibu guru bisa segera mengaplikasikan praktik ini di kelas, menjaring bibit unggul, dan meramaikan panggung FTBI nanti dengan karya-karya berbahasa Lampung yang luar biasa," ungkap Arifin Efendi.
Kebanggaan atas kiprah dua tenaga pendidiknya ini turut disampaikan oleh Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I. Ia menegaskan bahwa madrasah akan selalu mendorong para gurunya untuk berkontribusi lebih luas. "Tampilnya Pak Arifin dan Pak Andri sebagai Guru Utama di tingkat kabupaten membuktikan kualitas SDM tenaga pendidik di MTsN 1 Lampung Selatan. Kami tidak hanya berkomitmen mencetak siswa yang berprestasi, tetapi juga mendukung guru-gurunya untuk menjadi pionir agen perubahan di masyarakat. Semoga ilmu yang diimbaskan hari ini menjadi amal jariyah yang terus menghidupkan kecintaan generasi muda terhadap Bahasa Lampung," tegas Rahmi Zulyana. (Andri)