Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Upaya pelestarian dan pewarisan bahasa daerah kepada generasi muda terus digencarkan secara masif. Pada hari Jumat, 4 September 2026, Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) sukses menggelar kegiatan "Pendampingan dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) serta Sosialisasi FTBI 2026". Acara strategis ini dipusatkan di Sanggar Kegiatan Belajar Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat esensial, yakni untuk mendampingi, memantau, sekaligus mengevaluasi progres pengimbasan (penularan ilmu) program RBD. Pengimbasan ini wajib dilakukan oleh para "Guru Utama" yang sebelumnya telah digembleng melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) pada bulan April lalu.
Pemantauan ketat dari BBPL ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa ilmu yang didapat oleh para Guru Utama benar-benar tersalurkan kepada rekan guru sejawat dan para peserta didik di sekolah masing-masing, sesuai dengan peta jalan yang telah direncanakan. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan teknis pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang akan diselenggarakan pada bulan November mendatang.
Peserta yang diundang dalam agenda ini adalah guru-guru pilihan dari tingkat SD, MI, SMP, dan MTs yang berasal dari sekolah-sekolah rujukan. Sebagai salah satu institusi yang peduli terhadap kelestarian budaya lokal, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan secara khusus mengirimkan dua tenaga pendidiknya, yakni Andri Sofyandi, S.H., M.Pd. dan Arifin Efendi, S.Pd. Keduanya hadir mewakili madrasah dengan kapasitas sebagai Guru Utama yang telah lulus mengikuti rangkaian Bimtek RBD 2026 beberapa bulan sebelumnya.
Kegiatan yang dikawal langsung oleh tim dari Balai Bahasa dan Dinas, yakni Sustiyanti, S.S., M.Hum. dan Anggraini Saputri, S.S., M.M. ini berlangsung secara interaktif. Adapun materi utama yang dibahas mencakup penyampaian Laporan Pengimbasan Guru Utama RBD, Sosialisasi Pelaksanaan FTBI, serta sesi diskusi. Pemaparan materi tersebut disampaikan secara lugas oleh narasumber ahli, yaitu Elliyatul Laila, S.Pd., M.Pd., Muhammad Kharis, S.Pd.I., dan Sustiyanti, S.S., M.Hum.
Melalui pendampingan intensif ini, para pemateri berharap para Guru Utama merasa diperhatikan dan didukung penuh oleh pemerintah. Diharapkan pula segala kendala yang ditemui di lapangan saat proses pengimbasan dapat segera teratasi, peserta dapat segera merampungkan laporan pengimbasannya, serta memahami secara komprehensif aturan main pelaksanaan ajang FTBI ke depan.
Merespons keikutsertaan dua pendidiknya dalam agenda pelestarian bahasa tersebut, Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung program-program kebudayaan. "Kami sangat mendukung penuh program Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Kehadiran Bapak Andri Sofyandi dan Bapak Arifin Efendi sebagai Guru Utama utusan madrasah adalah bukti nyata keseriusan MTsN 1 Lampung Selatan dalam merawat dan menghidupkan kembali warisan bahasa lokal di lingkungan sekolah. Saya berharap hasil evaluasi dan pendampingan hari ini dapat memacu proses pengimbasan ke siswa agar berjalan lebih lancar. Target kita, anak-anak didik MTsN 1 Lamsel nantinya siap tampil maksimal dan berprestasi pada ajang FTBI bulan November mendatang. Bahasa daerah adalah identitas kita yang tidak boleh pudar," tutur Rahmi Zulyana penuh semangat. (Andri)