Lampung
Selatan, MTsN 1 (Humas) – Prestasi gemilang kembali diraih oleh siswa MTsN 1
Lampung Selatan dalam Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI)
bidang Ilmu Sosial Humaniora Keagamaan (ISHK). Dalam kompetisi yang digelar
selama tiga hari 6-8 November 2024 di Hotel Crown Plaza, Cengkareng, perwakilan
MTsN 1 Lampung Selatan, Novaresa Liyanda (kelas 9B) dan Chelsy Auliana
(kelas 9A), berhasil membawa pulang Silver Medal, sebuah pencapaian yang
membanggakan bagi madrasah dan daerah mereka.
Kompetisi ini
diikuti oleh 36 finalis dari seluruh Indonesia dan diselenggarakan oleh
ABAK Academy, AICI, Lembaga Sains Terapan, serta Universitas Indonesia.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, di mana para peserta tak hanya
berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam bidang
penelitian sosial humaniora. Hari pertama kompetisi dimulai dengan perkenalan
seluruh peserta, sementara para guru dan orang tua mengikuti pelatihan
pendampingan. Pada hari kedua, finalis melakukan penilaian teman sebaya dan
presentasi hasil riset di hadapan dewan juri. Rangkaian kegiatan diakhiri
dengan awarding ceremony pada hari ketiga, yang menjadi momen bersejarah bagi
Novaresa dan Chelsy dengan penghargaan medali perak.
Drajat Kuncoro,
pembina kontingen MTsN 1 Lampung
Selatan, menyampaikan harapannya agar para siswa terus mengembangkan
keterampilan berpikir kritis dan kreatif. “Dengan mengikuti kompetisi seperti
ini, siswa tidak hanya memperkaya ilmu tetapi juga menanamkan karakter positif,
yang mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan,” ungkapnya.
Rasa bangga
juga disampaikan oleh Abdurahman, Kepala MTsN 1 Lampung
Selatan. Beliau berharap, capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa
lain untuk turut berprestasi di berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional
maupun internasional. “Kami bangga atas prestasi Novaresa dan Chelsy. Semoga
ini menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di
madrasah kami,” ujarnya.
Kontingen MTsN
1 Lampung Selatan merasa sangat bahagia dan bersyukur atas prestasi yang telah
diraih dalam ajang kompetisi bergengsi ini. Mereka menyadari bahwa pencapaian
tersebut bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan sebuah pengalaman berharga
yang akan terus dikenang dan dijadikan inspirasi. Mereka berharap, pengalaman
ini dapat menjadi dorongan untuk semakin semangat dalam menggali ide-ide
kreatif dan inovatif di bidang sosial humaniora. Dengan semangat tersebut,
mereka bertekad untuk terus berkontribusi melalui penelitian-penelitian yang
bermanfaat, tidak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga bagi masyarakat
luas, guna memberikan dampak positif dalam pembangunan sosial serta
mengembangkan ilmu pengetahuan yang aplikatif di kehidupan sehari-hari. (AS/Jemi)