Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Mengawali pekan pertama di bulan Agustus, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan kembali menggelar rutinitas Upacara Bendera pada Senin pagi, 3 Agustus 2026. Bertempat di lapangan utama, upacara yang diikuti oleh seluruh warga madrasah ini berjalan khidmat dengan formasi petugas dari kelas IX B yang tampil sangat disiplin dan percaya diri. Bertindak sebagai Pembina Upacara pada pagi itu adalah Drajat Kuncoro, M.Pd., yang juga merupakan wali kelas dari kelas IX B. Dalam amanatnya, ia menyampaikan tiga pesan fundamental yang menjadi pilar penting bagi pembentukan karakter peserta didik di lingkungan madrasah.
Di hadapan ratusan siswa dan jajaran dewan guru, Drajat Kuncoro memberikan penekanan kuat pada isu kebersihan lingkungan sekolah. Beliau mengimbau seluruh siswa untuk mulai membawa tumbler (botol minum) dan wadah tempat makan sendiri dari rumah. "Langkah kecil membawa tumbler dan wadah makan sendiri ini adalah wujud nyata kepedulian kita. Dengan begitu, kita bisa secara drastis mengurangi penumpukan sampah plastik yang dihasilkan setiap harinya di madrasah," pesannya.
Selain kepedulian terhadap lingkungan, pembina upacara juga memompa motivasi para siswa untuk senantiasa menjaga semangat belajar. Prestasi akademik dan non-akademik harus terus diukir untuk membawa nama baik diri sendiri, orang tua, dan madrasah. Sebagai penutup amanat yang paling esensial, ia mengingatkan para siswa untuk tidak pernah melalaikan kewajiban agama. "Apapun kesibukan dan kegiatan kalian, jangan pernah sekalipun meninggalkan sholat. Itu adalah tiang agama dan kunci keberkahan dari semua ilmu yang kalian tuntut di sini," tegasnya.
Pesan sarat makna dari pembina upacara tersebut mendapat respons positif dan dukungan penuh dari Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I. Ia menilai ketiga poin amanat tersebut sangat relevan dengan visi madrasah. "Saya sangat mengapresiasi penampilan petugas dari kelas IX B hari ini, sekaligus amanat luar biasa dari Bapak Drajat Kuncoro. Pesan beliau sangat komprehensif; menyentuh aspek ekologi (lingkungan), intelektual, dan kedalaman spiritual. Membawa tumbler adalah program baik yang akan terus kita galakkan. Saya berharap seluruh siswa dapat meresapi amanat ini, karena siswa yang berprestasi dan peduli lingkungan pasti lahir dari pribadi yang rajin menjaga sholatnya," ungkapnya. (Andri)