Lampung Barat, MAN 1 (HUMAS) – Suasana semarak memenuhi lapangan MAN 1 Lampung Barat pada Kamis pagi ini. Seluruh civitas akademika berkumpul dalam satu semangat untuk menyambut pembukaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatal Lil 'alamin (P5RA) Tim Proyek 4 bertema “Kearifan Lokal”. Kegiatan yang akan berlangsung selama satu minggu ini menjadi momen penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di MAN 1 Lampung Barat.
Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Kepala MAN 1 Lampung Barat, Iksanudin, M.Pd. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya P5RA dalam membentuk karakter siswa yang cinta budaya, berintegritas, dan berpikiran terbuka.
“Kegiatan ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan bagian dari perjalanan kita menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda. Saya harap seluruh siswa mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan serius,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Urusan Tata Usaha Ikromi, S.Sos., M.M. para dewan guru, serta staf TU yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek ini.
Proyek ke-4 ini dirancang oleh tiga guru kreatif: Renzi Saputra, S.Sn. Sumiyati, S.Pd. dan Sepriago, S.Pd, yang telah menyusun modul pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan mengintegrasikan tiga dimensi utama P5: Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, dan Kreatif dan tiga dimensi utama Rahmatal Lil 'alamin: Musyawarah, Toleransi dan Dimanis serta Inovatif.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal makanan dan budaya lokal, tapi juga belajar toleransi, musyawarah, dan semangat gotong royong. Proyek ini bersifat dinamis dan terintegrasi ke seluruh mata pelajaran,” ujar Renzi.
Teknis pelaksanaan proyek ini cukup unik: setiap guru yang memiliki jadwal mengajar pada jam pelaksanaan P5RA akan berperan sebagai fasilitator utama di kelas masing-masing. Metode ini memungkinkan keterlibatan lintas mata pelajaran dan pendekatan holistik dalam pembelajaran.
Dengan mengusung nilai-nilai Rahmatan lil ‘Alamin, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga perayaan kekayaan budaya lokal yang sarat makna. MAN 1 Lampung Barat membuktikan bahwa pendidikan masa kini harus membumi, membudaya, dan bermakna. (MHS/Mela Basyar)