Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

MAN 2 Lampung Utara Gelar Gelar Kokulikuler "Mengelola Warisan dan Menjaga Silaturahmi", Integrasikan Nilai Agama dan Sosial dalam Pembelajaran

Senin, 08 September 2025 MAN 2 Lampung Utara
MAN 2 Lampung Utara Gelar Gelar Kokulikuler "Mengelola Warisan dan Menjaga Silaturahmi", Integrasikan Nilai Agama dan Sosial dalam Pembelajaran
MAN 2 Lampung Utara
MAN 2 Lampung Utara

Lampung Utara, [06/09] – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Lampung Utara kembali menunjukkan inovasi pendidikannya melalui penyelenggaraan Gelar Kokulikuler dengan judul "Mengelola Warisan dan Menjaga Silaturahmi". Kegiatan yang digawangi oleh Tim Kokulikuler madrasah ini sukses memadukan berbagai disiplin ilmu untuk membahas tema warisan dan hubungan sosial dari perspektif yang holistik dan Islami.

Gelar kokulikuler ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa tentang kompleksitas pengelolaan warisan (faraidh) tidak hanya sebagai hitungan matematis, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga tali silaturahmi dan keharmonisan keluarga, sesuai dengan tuntunan Islam.

Keunikan program ini terletak pada pendekatan kolaborasi lintas mata pelajaran yang sangat komprehensif. Matematika memberikan fondasi dengan menghitung pembagian warisan yang adil dan tepat. Fiqih menguraikan hukum-hukum syariat Islam yang mengatur tentang warisan. Qur'an Hadist menjadi sumber utama dengan mengkaji ayat-ayat dan hadist terkait faraidh dan anjuran menjaga silaturahmi.

Sementara itu, Akidah Akhlak menekankan pada nilai-nilai kejujuran, amanah, dan kebajikan dalam proses pembagian warisan. Sosiologi menganalisis dampak sosial yang timbul dari sengketa warisan dan pentingnya menjaga kohesi sosial dalam keluarga. Pendidikan Jasmani (Penjas) dikaitkan dengan pentingnya kesehatan fisik untuk merawat harta warisan yang berupa properti atau untuk bekerja. Seni Budaya mengangkat kearifan lokal dan etika dalam komunikasi yang santun untuk mencegah konflik.

Koordinator Tim Kokulikuler, Mukholil, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memecahkan sekat antara ilmu agama dan ilmu umum.

"Melalui tema 'Mengelola Warisan dan Menjaga Silaturahmi', kami ingin siswa melihat bahwa setiap ilmu saling terhubung. Hitungan matematis yang adil harus berlandaskan hukum fiqih, dan keduanya harus dijiwai oleh akhlak mulia untuk mencapai tujuan akhir, yaitu menjaga silaturahmi. Ini adalah pembelajaran kontekstual yang sangat aplikatif dalam kehidupan," ujar Mukholil.

Kegiatan ini dijalankan oleh anggota tim yang terdiri dari Ahmad Taufik Hidayat, Nur Oktaviyanti, Meisya Al Fattari, dan Tety Rahayu. Melalui serangkaian diskusi, simulasi, dan workshop, mereka berhasil mensintesis materi dari berbagai bidang ke dalam sebuah pemahaman yang utuh.

Hasil akhir dari proyek kokulikuler ini adalah sebuah video edukasi yang kreatif dan informatif. Video tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa lainnya dan masyarakat luas, yang menjelaskan tata cara mengelola warisan secara benar dan bijaksana serta kiat-kiat mencegah konflik keluarga melalui pendekatan yang Islami dan sosiologis.

Kepala MAN 2 Lampung Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan kerja keras tim. "Program kokulikuler seperti ini adalah wujud nyata dari penguatan profil pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana menerapkannya untuk menyelesaikan masalah kehidupan nyata. Kami berharap video edukasi yang dihasilkan dapat bermanfaat luas."

Video edukasi tersebut akan diunggah di kanal media sosial madrasah dan dapat diakses oleh seluruh siswa serta masyarakat. (Humas/Mela Basyar)