Lampung Utara, [06/09] – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Lampung Utara kembali menunjukkan inovasi pendidikannya melalui penyelenggaraan Gelar Kokulikuler dengan judul "Mengelola Warisan dan Menjaga Silaturahmi". Kegiatan yang digawangi oleh Tim Kokulikuler madrasah ini sukses memadukan berbagai disiplin ilmu untuk membahas tema warisan dan hubungan sosial dari perspektif yang holistik dan Islami.
Gelar
kokulikuler ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa
tentang kompleksitas pengelolaan warisan (faraidh) tidak hanya sebagai hitungan
matematis, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga tali silaturahmi dan
keharmonisan keluarga, sesuai dengan tuntunan Islam.
Keunikan
program ini terletak pada pendekatan kolaborasi lintas mata pelajaran yang
sangat komprehensif. Matematika memberikan
fondasi dengan menghitung pembagian warisan yang adil dan tepat. Fiqih menguraikan
hukum-hukum syariat Islam yang mengatur tentang warisan. Qur'an Hadist menjadi
sumber utama dengan mengkaji ayat-ayat dan hadist terkait faraidh dan anjuran
menjaga silaturahmi.
Sementara
itu, Akidah
Akhlak menekankan pada nilai-nilai kejujuran, amanah, dan
kebajikan dalam proses pembagian warisan. Sosiologi menganalisis dampak
sosial yang timbul dari sengketa warisan dan pentingnya menjaga kohesi sosial
dalam keluarga. Pendidikan
Jasmani (Penjas) dikaitkan dengan pentingnya kesehatan
fisik untuk merawat harta warisan yang berupa properti atau untuk
bekerja. Seni
Budaya mengangkat kearifan lokal dan etika dalam
komunikasi yang santun untuk mencegah konflik.
Koordinator
Tim Kokulikuler, Mukholil,
menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memecahkan sekat antara ilmu
agama dan ilmu umum.
"Melalui tema 'Mengelola Warisan dan
Menjaga Silaturahmi', kami ingin siswa melihat bahwa setiap ilmu saling
terhubung. Hitungan matematis yang adil harus berlandaskan hukum fiqih, dan
keduanya harus dijiwai oleh akhlak mulia untuk mencapai tujuan akhir, yaitu
menjaga silaturahmi. Ini adalah pembelajaran kontekstual yang sangat aplikatif
dalam kehidupan," ujar Mukholil.
Kegiatan
ini dijalankan oleh anggota tim yang terdiri dari Ahmad Taufik Hidayat, Nur
Oktaviyanti, Meisya Al Fattari, dan Tety Rahayu. Melalui
serangkaian diskusi, simulasi, dan workshop, mereka berhasil mensintesis materi
dari berbagai bidang ke dalam sebuah pemahaman yang utuh.
Hasil
akhir dari proyek kokulikuler ini adalah sebuah video edukasi yang
kreatif dan informatif. Video tersebut diharapkan dapat menjadi media
pembelajaran bagi siswa lainnya dan masyarakat luas, yang menjelaskan tata cara
mengelola warisan secara benar dan bijaksana serta kiat-kiat mencegah konflik
keluarga melalui pendekatan yang Islami dan sosiologis.
Kepala
MAN 2 Lampung Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas
dan kerja keras tim. "Program
kokulikuler seperti ini adalah wujud nyata dari penguatan profil pelajar
Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi
juga bagaimana menerapkannya untuk menyelesaikan masalah kehidupan nyata. Kami
berharap video edukasi yang dihasilkan dapat bermanfaat luas."
Video edukasi tersebut akan diunggah di kanal media sosial madrasah dan dapat diakses oleh seluruh siswa serta masyarakat. (Humas/Mela Basyar)