Lampung Utara – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Lampung Utara sukses menggelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) dengan mengangkat kearifan lokal Lampung berjudul "Menggawa Begawi Nguruk Laju Diway Sungkai Bunga Mayang". Acara ini digelar sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai Pancasila dan Islam rahmatan lil ‘alamin di kalangan siswa.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dipimpin oleh Yan
Yuanti sebagai Ketua Pelaksana, didukung oleh anggota panitia Fitri Apriatun,
Giarti, Erdawati, dan Lisa Apriyani. Turut hadir sebagai tokoh adat Tasri
beserta Irza Nurmawan, serta Kepala MAN 2 Lampung Utara, Supriyono, yang
memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
Menghidupkan Tradisi
Lampung
Tema yang diusung mengangkat filosofi "Menggawa Begawi
Nguruk Laju Diway Sungkai", yang bermakna "Membawa Kebaikan untuk
Mempercepat Kemajuan di Bumi Sungkai Bunga Mayang". Melalui berbagai
kegiatan seperti tarian tradisional, pembacaan syair Lampung, serta workshop
kerajinan khas daerah, siswa diajak untuk mengenal dan mencintai warisan
leluhur.
Supriyono, Kepala MAN 2 Lampung Utara, dalam sambutannya
menekankan pentingnya melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan
karakter siswa. "Kearifan lokal bukan sekadar warisan, tapi identitas yang
harus kita jaga dan banggakan," ujarnya.
Sementara itu, Tasri, perwakilan adat setempat, menyampaikan
kebanggaannya melihat generasi muda antusias mempelajari tradisi Lampung. "Kami
berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar adat istiadat tidak
tergerus zaman," tuturnya.
Kolaborasi Guru,
Siswa, dan Masyarakat
Acara ini dihadiri oleh seluruh guru, staf MAN 2 Lampung
Utara, serta para siswa yang turut berpartisipasi aktif. Irza Nurmawan, salah
satu tokoh masyarakat, mengapresiasi inisiatif madrasah dalam menggandeng
berbagai pihak untuk menyukseskan kegiatan.
Yan Yuanti, selaku Ketua Pelaksana, menyatakan bahwa P5RA
ini tidak hanya seremonial, tetapi juga menjadi media pembelajaran. "Kami
ingin siswa tidak hanya paham teori, tapi juga mengamalkan nilai-nilai
Pancasila dan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Dengan semangat kebersamaan, acara ditutup dengan penampilan
kolaborasi guru dan siswa, menandakan komitmen bersama dalam menjaga budaya
serta memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. (Suryadi/Erwan/Mela Basyar)