Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Matangkan Hari Santri 2026, Kemenag Lampung Siapkan Panggung Kreativitas Pesantren

Kamis, 15 Oktober 2026 • Anggithya
Matangkan Hari Santri 2026, Kemenag Lampung Siapkan Panggung Kreativitas Pesantren
Anggithya
Anggithya
Foto: Rizki
Lampung (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar rapat persiapan pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Aula Pepadun, Kamis (15/10/2026). Rapat yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) tersebut dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Zulkarnain, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna dan Kepala Bidang PAPKI Indra Jaya. Kegiatan ini membahas berbagai persiapan pelaksanaan upacara sekaligus upaya menghadirkan ruang bagi santri untuk menampilkan prestasi dan kreativitas.

Hadir dalam rapat tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Herry Setiawan, ketua tim Bidang PAPKI, Kepala MAN 1 Bandar Lampung Lukman Hakim, Kepala MAN 2 Bandar Lampung Junaidy, Kepala MTsN 1 Bandar Lampung Hamsir, perwakilan Bimas Islam Kemenag Kota Bandar Lampung Imam Mahali, serta panitia pelaksana.

Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain menegaskan, peringatan Hari Santri Nasional tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperlihatkan potensi dan prestasi santri di berbagai bidang, baik keagamaan, seni, bahasa, maupun teknologi.

“Keinginan saya, bagaimana kita bisa menampilkan prestasi-prestasi para santri yang ada. Jadi, yang terpenting adalah bagaimana santrinya bisa berperan aktif dalam kegiatan ini,” ujar Zulkarnain dalam rapat tersebut.

Ia meminta panitia memberikan ruang yang lebih luas bagi santri dan siswa madrasah untuk terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan. Berbagai penampilan, seperti marching band, paduan suara, musik, serta keterlibatan santri dalam unsur pelaksanaan upacara, dapat dipersiapkan untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Menurut Zulkarnain, santri memiliki potensi yang tidak terbatas pada bidang keagamaan. Karena itu, santri yang memiliki prestasi di tingkat provinsi maupun nasional perlu diberi kesempatan untuk tampil dan menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan pesantren dan madrasah. “Kalau ada lomba-lomba yang pernah menang, juara nasional atau tingkat provinsi, boleh dia tampil. Kita ingin prestasi mereka terlihat dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Zulkarnain juga mendorong agar pembawa acara melibatkan santri atau siswa madrasah yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dan Inggris. Hal tersebut diharapkan dapat menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan pemahaman agama, tetapi juga kemampuan komunikasi dan keterampilan lain yang dibutuhkan generasi muda.

Ia menekankan bahwa santri harus menjadi bagian utama dalam pelaksanaan peringatan tersebut, bukan sekadar hadir sebagai peserta. Panitia diminta mengidentifikasi santri dan siswa berprestasi serta menyiapkan penampilan yang sesuai dengan potensi masing-masing.

Selain menampilkan kreativitas santri, Zulkarnain mengingatkan pentingnya partisipasi seluruh unsur yang diundang, terutama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama. Menurut dia, kesiapan panitia perlu diimbangi dengan kehadiran peserta agar upacara berlangsung tertib dan semarak.



Ia juga meminta panitia memperhatikan pengaturan tempat, kedisiplinan peserta, dan kesiapan teknis di lapangan. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan upacara diharapkan dapat berlangsung khidmat sekaligus memberikan ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan mereka. Aspek publikasi turut menjadi perhatian Zulkarnain. Ia meminta panitia berkoordinasi dengan media massa dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan serta prestasi santri.

“Jangan sampai kita melaksanakan kegiatan dalam skala besar di tingkat provinsi, tetapi luput dari perhatian media,” ujarnya.

Menurut Zulkarnain, publikasi diperlukan agar masyarakat mengetahui berbagai potensi dan kontribusi santri. Dengan demikian, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan peran pesantren dalam membangun sumber daya manusia.

Sementara itu, Kepala Bidang PAPKI Kanwil Kemenag Lampung Indra Jaya menyampaikan bahwa persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026 dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 22 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Upacara Hari Santri 2026. Berdasarkan paparan dalam rapat, upacara Hari Santri Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis (22/10/2026), dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Indra menjelaskan, Kanwil Kemenag Lampung merencanakan pelaksanaan upacara di MAN 1 Bandar Lampung. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan ASN Kementerian Agama, siswa madrasah, serta santri dari pesantren di sekitar Bandar Lampung. Panitia juga merencanakan pelibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga keagamaan, serta pimpinan pesantren dan madrasah. Gubernur Lampung direncanakan menjadi inspektur upacara.

Selain upacara, panitia menyiapkan agenda pendukung berupa penyerahan 10.000 Al-Qur’an. Dalam laporannya, Indra menyampaikan rencana penyerahan Al-Qur’an dengan melibatkan kalangan pesantren. Penyerahan secara simbolis juga direncanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang mengusung konsep ekoteologi. Agenda tersebut diharapkan melengkapi peringatan Hari Santri dengan kegiatan yang memiliki nilai keagamaan sekaligus memperkuat keterlibatan pesantren dalam menyukseskan kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Indra juga menyampaikan perkembangan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di tingkat pusat. Menurut dia, pejabat pada sejumlah jenjang telah dilantik, sedangkan pelaksanaan struktur kelembagaan di daerah masih menunggu kejelasan regulasi dan mekanisme lebih lanjut.

Melalui rapat persiapan tersebut, Kanwil Kemenag Lampung berupaya memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 dapat dipersiapkan secara terkoordinasi. Peringatan ini diharapkan tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga menjadi momentum untuk mengapresiasi prestasi, kreativitas, dan kontribusi santri bagi masyarakat. Dengan mengedepankan peran aktif santri, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lampung diharapkan dapat memperlihatkan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terus berkembang dan berkontribusi dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas. (Humas)