Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

OMI Jadi Cermin Mutu, Kakanwil Zulkarnain Minta Madrasah Berani Berbenah

Selasa, 06 Oktober 2026 • Aziz_Abd •Editor: Mela
OMI Jadi Cermin Mutu, Kakanwil Zulkarnain Minta Madrasah Berani Berbenah
Aziz_Abd
Aziz_Abd
Foto: Aziz

Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan hasil Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki mutu pembelajaran di madrasah. Kompetisi tidak cukup berhenti pada perolehan nilai dan juara, tetapi perlu digunakan untuk membaca kekuatan sekaligus persoalan dalam proses pendidikan.

Zulkarnain menyampaikan hal itu saat meninjau pelaksanaan hari kedua OMI Tingkat Provinsi Lampung di MTsN 2 Bandar Lampung dan MAN 1 Bandar Lampung, Selasa (6/10/2026).

“OMI menjadi barometer untuk melihat hasil pembelajaran di madrasah. Kalau hasilnya belum maksimal, harus ada pembenahan, baik dari sisi pembelajaran, kompetensi guru, maupun manajerial kepala madrasah,” kata Zulkarnain.

Menurut dia, OMI juga menjadi ruang untuk memetakan potensi siswa dalam penguasaan sains yang terintegrasi dengan ilmu agama. Karena itu, hasil kompetisi harus ditindaklanjuti dengan pembinaan minat, bakat, dan prestasi siswa secara berkelanjutan.

“OMI jangan sekadar menjadi kegiatan rutin. Dari sini kita harus bisa mengidentifikasi dan mengembangkan potensi siswa agar mereka benar-benar unggul dan mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Zulkarnain menilai capaian peserta dari madrasah perlu dicermati ketika dibandingkan dengan peserta dari sekolah umum. Jika madrasah belum mampu menunjukkan hasil maksimal, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama.

“Kalau hasil OMI nanti menunjukkan madrasah negeri berada di bawah sekolah umum, kita harus mencari tahu penyebabnya. Madrasah memiliki porsi pendidikan agama yang lebih banyak, bahkan ada yang menerapkan sistem boarding. Ini harus kita lihat secara objektif, apa yang menjadi kendalanya,” katanya.

Menurut Zulkarnain, evaluasi perlu menyentuh berbagai aspek, mulai dari kualitas sumber daya manusia, kompetensi guru, proses pembelajaran, hingga pengelolaan madrasah. Hasil evaluasi itu selanjutnya menjadi dasar menentukan pola pembinaan pada periode berikutnya.

“Apakah persoalannya pada SDM, guru, pembelajaran, atau aspek lainnya, itu yang harus kita petakan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk menentukan langkah pembinaan berikutnya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik madrasah negeri maupun swasta di Lampung,” ujarnya.

Pada hari kedua, OMI Tingkat Provinsi Lampung diikuti 270 siswa jenjang MA/SMA. Mereka berkompetisi pada bidang Matematika, Fisika, Kimia, Geografi, dan Biologi di dua titik lokasi, yakni MTsN 2 Bandar Lampung dan MAN 1 Bandar Lampung.

Sehari sebelumnya, Senin (5/10/2026), sebanyak 225 siswa jenjang MI/SD dan MTs/SMP mengikuti kompetisi. Dengan demikian, OMI Tingkat Provinsi Lampung selama dua hari diikuti 495 peserta.

Zulkarnain mengatakan, sejumlah siswa madrasah di Lampung telah menorehkan prestasi hingga tingkat internasional. Capaian tersebut menunjukkan potensi siswa madrasah tersedia dan perlu terus diperluas melalui pembinaan yang konsisten.

“Potensinya sudah ada. Tinggal bagaimana kita mengembangkan minat dan bakat mereka agar semakin banyak siswa madrasah yang mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional maupun dunia,” kata Zulkarnain.