Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

OMI Lampung Tuntas Tanpa Kendala, Talenta Terbaik Menanti Tiket Nasional

Selasa, 06 Oktober 2026 • Humas Kanwil
OMI Lampung Tuntas Tanpa Kendala, Talenta Terbaik Menanti Tiket Nasional
Humas Kanwil
Humas Kanwil
Foto: Aziz

Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Lampung 2026 tuntas digelar selama dua hari, 5–6 Oktober 2026. Sebanyak 495 siswa terbaik dari 15 kabupaten/kota telah menyelesaikan kompetisi untuk memperebutkan kesempatan mewakili Lampung pada OMI tingkat nasional.

Ketua Komite OMI Provinsi Lampung, Rika Irasanti, mengatakan pelaksanaan kompetisi berbasis Computer Based Test (CBT) di MAN 1 Bandar Lampung dan MTsN 2 Bandar Lampung berjalan lancar. Pasokan listrik maupun perangkat CBT berfungsi dengan baik hingga kompetisi berakhir.

“Alhamdulillah tidak ada kendala. Listrik berjalan normal dan seluruh perangkat CBT berfungsi dengan baik. Anak-anak dapat mengikuti kompetisi sesuai sesi masing-masing,” kata Rika di Bandar Lampung, Selasa (6/10/2026).

Peserta OMI tingkat provinsi merupakan siswa terbaik hasil seleksi di 15 kabupaten/kota. Mereka berasal dari madrasah negeri, madrasah swasta, dan sekolah umum yang berkompetisi pada 11 bidang lomba.

“Peserta yang sampai di tingkat provinsi adalah siswa-siswa terbaik dari kabupaten/kota masing-masing. Di tingkat provinsi mereka kembali berkompetisi untuk menentukan peserta terbaik yang akan kita bawa ke tingkat nasional,” ujarnya.

Pada hari pertama, Senin (5/10), kompetisi diikuti 225 peserta jenjang MI/SD dan MTs/SMP. Jenjang MI/SD mempertandingkan Matematika dan IPA Terintegrasi dengan masing-masing 45 peserta. Sementara jenjang MTs/SMP mempertandingkan Matematika, IPA, dan IPS yang masing-masing diikuti 45 peserta.

Kompetisi berlanjut pada Selasa (6/10) dengan 270 peserta jenjang MA/SMA. Pelaksanaan dibagi dalam tiga sesi, mulai pukul 07.30 hingga 15.00 WIB, di dua lokasi CBT.

Secara keseluruhan, peserta terdiri atas 90 siswa jenjang MI/SD, 135 siswa MTs/SMP, dan 270 siswa MA/SMA. Total peserta mencapai 495 siswa.

Dari jumlah tersebut, tiga peserta tidak dapat mengikuti kompetisi. Dua siswa dari Sekolah Dasar berhalangan hadir karena pada waktu bersamaan mengikuti Olimpiade tingkat Internasional di Jawa Barat, sedangkan satu siswa dari Madrasah Aliyah di Lampung Utara tidak hadir karena sakit.

Rika mengatakan hasil OMI tingkat provinsi selanjutnya akan menentukan 11 peserta terbaik yang dipersiapkan mewakili Lampung pada kompetisi tingkat nasional di Jakarta.

Menurut dia, OMI tidak berhenti pada upaya mencari juara. Hasil kompetisi juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat kekuatan sekaligus aspek yang masih perlu diperbaiki dalam pembinaan akademik di madrasah.

“Kalau hasilnya belum sesuai harapan, kita harus melihat apa kendalanya, apakah dari sumber daya manusia, guru, atau pola pembinaannya. Ini menjadi pekerjaan bersama agar pembinaan pada periode berikutnya semakin baik,” kata Rika.

Evaluasi tersebut, lanjut Rika, penting karena peserta OMI berasal dari madrasah dan sekolah umum. Hasil kompetisi dapat menjadi gambaran untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menyiapkan strategi pembinaan yang lebih tepat bagi madrasah negeri maupun swasta.

Selain OMI, Lampung juga menaruh harapan pada kompetisi riset tingkat nasional. Wakil Lampung dari MTsN 2 Bandar Lampung dan MAN 1 Bandar Lampung diharapkan mampu menembus enam besar.

Rika meminta dukungan masyarakat agar siswa yang terpilih sebagai wakil Lampung dapat tampil maksimal di tingkat nasional.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Lampung. Mudah-mudahan kita benar-benar mendapatkan siswa terbaik dan mereka mampu membawa Lampung meraih hasil maksimal, bahkan menembus tiga besar nasional,” ujar Rika.