Way Kanan, MAN 1 (Humas). Suasana berbeda tampak di gerbang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Way Kanan pada Rabu pagi. Kepala madrasah, Ahmad Zazili menyambut para siswa yang datang ke madrasah. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya membangun karakter dan kedisiplinan peserta didik sejak mereka melangkah ke lingkungan madrasah.
Dalam penyambutannya, Kepala MAN 1 Way Kanan didampingi oleh beberapa guru dan staf tata usaha. Mereka menyapa siswa dengan senyuman, ucapan salam, dan beberapa kalimat motivasi singkat. Kegiatan ini merupakan implementasi dari pendidikan berbasis karakter yang menekankan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, serta budaya hormat kepada guru dan sesama.
“Kami ingin menciptakan atmosfer positif sejak pagi hari. Ini bukan hanya soal menyapa, tapi membentuk hubungan emosional yang sehat antara guru dan siswa,” ujar Zazili di sela kegiatan.
Secara ilmiah, interaksi positif antara pendidik dan peserta didik sejak awal hari diketahui dapat meningkatkan motivasi belajar, menurunkan tingkat stres, serta memperkuat rasa kepemilikan siswa terhadap lingkungan madrasah. Sebuah studi dalam Journal of Educational Psychology menunjukkan bahwa kehadiran guru atau kepala sekolah dalam kegiatan rutin seperti penyambutan pagi berdampak pada meningkatnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Kegiatan ini juga selaras dengan program Madrasah Ramah Anak dan Madrasah Berkarakter, yang saat ini menjadi salah satu fokus Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan pendekatan humanis seperti ini, madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga wahana pembentukan karakter unggul.
Para siswa pun menyambut baik kegiatan tersebut. “Senang sekali disapa langsung oleh kepala madrasah. Rasanya lebih semangat untuk belajar,” ungkap Rina, salah satu siswi kelas XI F1.
Kegiatan penyambutan pagi menjadi agenda rutin setiap hari sebagai bentuk keteladanan serta penguatan budaya positif di lingkungan madrasah. (Joe)
Editor : Fadilah