Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Terapkan Pendekatan Psikologis, Pembina Upacara dan Kepala Madrasah Ajak Siswa Pahami Etika Kedisiplinan

Senin, 14 September 2026 • MTsN 1 Lampung Selatan •Editor: Antonius Jemi
Terapkan Pendekatan Psikologis, Pembina Upacara dan Kepala Madrasah Ajak Siswa Pahami Etika Kedisiplinan
MTsN 1 Lampung Selatan
MTsN 1 Lampung Selatan
Foto: Jurnalistik

Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Pelaksanaan upacara bendera hari Senin (14/09/2026) di lapangan MTsN 1 Lampung Selatan berlangsung khidmat dengan suasana yang sedikit berbeda dari biasanya. Upacara yang petugasnya dibawakan dengan apik oleh siswa-siswi kelas 9F ini memberikan pelajaran penting mengenai makna kedisiplinan dan empati.

 

Dalam amanatnya, Andri Sofyandi, S.H., M.Pd. menyoroti tantangan kedisiplinan lapangan dari sudut pandang ilmu pendidikan dan psikologi perkembangan anak. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk memahami posisi mental para anggota tim KOMDIS (Komisi Disiplin) yang harus menertibkan teman sebayanya. "Dalam teori pendidikan manapun, menertibkan teman sebaya adalah salah satu tugas manajerial yang paling sulit. Ada ego remaja di sana, ada gengsi, dan ada benturan psikologis. Sangat wajar jika seorang siswa kelas 8 merasa canggung menegur siswa kelas 9, atau kelas 7 merasa gengsi diatur oleh teman sebayanya," papar Andri di hadapan para siswa dan dewan guru.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan fakta penting mengenai etika kerja KOMDIS MTsN 1 Lampung Selatan yang memegang teguh prinsip anti-kekerasan. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, anggota KOMDIS dilarang keras melakukan kontak fisik, membentak kasar, maupun memaki. "SOP mereka hanya tiga: tatap dengan tegas, tegur dengan bahasa yang sopan, dan tarik ke belakang jika masih membangkang untuk diserahkan kepada guru koordinator lapangan, yakni saya atau Pak Heri. Jadi, jika barisan tidak langsung tertib, itu bukan karena KOMDIS tidak bekerja, melainkan karena mereka dibatasi oleh etika. Pada titik inilah, kedisiplinan berpulang pada kesadaran kalian sendiri sebagai siswa," tegasnya yang disambut perhatian penuh dari seluruh peserta upacara.

 

Sebelum menutup amanatnya, Andri juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para anggota KOMDIS, memotivasi mereka untuk menjadikan tantangan di lapangan sebagai pembentuk mental baja, dan bersiap kembali bertugas dengan wibawa yang lebih besar.

Pesan humanis yang disampaikan oleh pembina upacara tersebut mendapat respons positif dan dukungan penuh dari Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I. Ditemui usai pelaksanaan upacara, Rahmi menyampaikan bahwa pendekatan kedisiplinan yang berakar pada kesadaran diri adalah langkah yang sangat tepat untuk membentuk karakter (akhlak) siswa yang sesungguhnya. "Apa yang disampaikan oleh Pak Andri sangat sejalan dengan visi madrasah kita. Kedisiplinan sejati itu harus tumbuh dari dalam hati, bukan karena rasa takut atau paksaan. Saya sangat mengapresiasi guru-guru koordinator serta anak-anakku anggota KOMDIS yang telah mempraktikkan kepemimpinan yang beretika dan tanpa kekerasan," ungkapnya. Ia juga menambahkan pesan khusus kepada seluruh siswa. "Mari kita jadikan madrasah ini sebagai tempat yang aman dan nyaman. Hargai teman-teman kalian yang sedang berlatih menjadi pemimpin. Sikap saling menghargai inilah yang akan menjadi bekal kecerdasan emosional dan karakter yang hebat bagi masa depan kalian," pungkasnya. (Andri)