Puji Raharjo Soekarno, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung
Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan ujian dan tantangan. Setiap kita pasti akan menemui masa-masa sulit yang menguji kesabaran, keimanan, dan keteguhan hati. Namun, dalam Islam, ada satu kunci untuk menghadapi semua itu: ikhtiar dan tawakal. Dua hal ini saling melengkapi, seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
Allah SWT berfirman:
وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Dan bertawakallah kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Maidah: 23)
Tawakal bukan berarti menyerah tanpa usaha. Sebaliknya, tawakal hanya memiliki arti ketika didahului oleh usaha yang sungguh-sungguh. Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam sabdanya:
اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ
"Ikatlah untamu, kemudian bertawakal kepada Allah."
(HR. Tirmidzi)
Hadits ini memberikan pelajaran berharga bahwa usaha maksimal adalah kewajiban setiap insan. Setelah ikhtiar dilakukan, barulah kita menyerahkan hasilnya kepada Allah. Sebab, Dia-lah yang Maha Mengatur segala urusan.
Tawakal memberikan ketenangan jiwa yang luar biasa. Dengan tawakal, kita tidak takut gagal, karena yakin bahwa apapun hasilnya adalah yang terbaik dari Allah. Tawakal juga menjadikan hati kita lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan langkah lebih mantap untuk menghadapi ujian kehidupan.
Allah SWT berjanji:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan (keperluannya)."
(QS. At-Talaq: 3)
Pada hari Jumat yang penuh rahmat ini, marilah kita jadikan tawakal sebagai landasan hidup. Perbaiki usaha kita, lalu sempurnakan dengan berserah diri kepada Allah. Hadapi setiap tantangan dengan keyakinan bahwa Allah selalu bersama kita. Berserah diri bukan berarti menyerah, melainkan percaya bahwa Allah akan memberikan hasil terbaik pada waktunya.
Berusahalah dengan sepenuh hati, lalu berserahlah dengan penuh keyakinan.
Hasilnya mungkin tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, tetapi yakinlah, itu adalah yang terbaik untuk kita. Teruslah melangkah dan jangan pernah berhenti berbuat baik.
Sebagai penutup, marilah kita renungkan doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an ini, yang mengajarkan kita untuk memohon keberkahan dan bimbingan Allah dalam setiap langkah kehidupan:
رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
"Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah aku ke tempat keluar yang benar pula, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong."
(QS. Al-Isra: 80)
Doa ini mengajarkan kita untuk selalu berharap agar segala usaha kita dimulai dengan niat yang tulus, dilalui dengan proses yang benar, dan diakhiri dengan hasil yang diridhai Allah. Tawakal yang sejati adalah ketika kita menyerahkan segala hasil kepada-Nya, sambil terus memperbaiki ikhtiar dan memperkuat doa.
Semoga di hari yang penuh berkah ini, Allah memberikan kita kekuatan untuk menjalani setiap perjuangan dengan kejujuran, kesungguhan, dan hati yang berserah. Sesungguhnya, hanya Allah sebaik-baik penolong dan tempat kita bergantung. Amin.
Oleh : Puji Raharjo - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung

