Search

Mimbar Agama

Sya’ban, Pintu Memasuki Ramadhan

Foto: Ilustrasi


Oleh: Pandu Eka Saputra, S.Pd.I.
Penyuluh Agama Islam Metro Timur

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Dialah Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah mengabulkan sebagian doa-doa kita di bulan Rajab. Kita masih diberi umur hingga hari ini, masih diberi kesempatan untuk beribadah dan memperbaiki diri. Oleh karena itu, marilah kita terus memanjatkan doa dan harapan kepada Allah, semoga Dia mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan dan memampukan kita untuk beribadah di dalamnya dengan sebaik-baiknya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Khatib berwasiat, marilah kita bertakwa kepada Allah SWT denga menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Saat ini kita berada di bulan Sya’ban, sebuah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ 

“Itulah bulan yang banyak dilalaikan manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadhan.” (HR. An-Nasa’i)

Bulan Sya’ban dilalaikan karena ia berada di antara dua bulan besar: Rajab yang diagungkan dan Ramadhan yang sangat dinantikan. Banyak manusia mempersiapkan Ramadhan hanya dari sisi materi dan kebutuhan dunia, seperti makanan, pakaian, dan berbagai persiapan fisik, namun lalai mempersiapkan iman dan amal. Padahal, Ramadhan bukan hanya soal logistik, tetapi tentang kesiapan hati dan ketaatan kepada Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa Sya’ban adalah bulan latihan dan persiapan ruhani sebelum Ramadhan. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali رحمه الله dalam kitab Lathā’if al-Ma‘ārif menjelaskan bahwa amalan-amalan sunnah di bulan Sya’ban berfungsi sebagai latihan agar jiwa siap menghadapi kesungguhan ibadah di bulan Ramadhan, dan bahwa beramal di waktu yang dilalaikan manusia memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Setidaknya ada 3 amalan yang bisa kita lakukan untuk mengisi bulan Sya’ban sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan.
Amalan pertama yang sangat dianjurkan di bulan Sya’ban adalah memperbanyak puasa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan teladan dengan banyak berpuasa di bulan ini. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ إِلَّا قَلِيلًا

“Rasulullah ﷺ berpuasa di bulan Sya’ban hampir seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa Sya’ban melatih kesabaran dan pengendalian diri agar ketika Ramadhan tiba, jiwa tidak merasa berat. Selain itu, Sya’ban adalah waktu terakhir untuk mengqadha puasa Ramadhan sebelumnya. Jangan sampai hutang puasa tahun lalu belum kita selesaikan.

Dengan melunasi kewajiban puasa di bulan ini, seorang muslim memasuki Ramadhan dengan hati yang ringan dan tanggungan ibadah yang telah diselesaikan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Amalan kedua di bulan Sya’ban adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an. Para ulama salaf menyebut Sya’ban sebagai Syahrul Qurra’, yaitu bulan para pembaca Al-Qur’an. Salamah bin Kuhail berkata:

كَانَ يُقَالُ: شَعْبَانُ شَهْرُ الْقُرَّاءِ 

“Dahulu dikatakan: Sya’ban adalah bulannya para pembaca Al-Qur’an.”

Habib bin Abi Tsabit jika masuk bulan Sya’ban berkata, “Ini adalah bulan para pembaca Al-Qur’an.” Bahkan ‘Amr bin Qais Al-Mula’i menutup tokonya ketika Sya’ban tiba agar dapat fokus membaca Al-Qur’an. Semua ini dinukil oleh Ibnu Rajab dalam Lathā’if al-Ma‘ārif. Mereka memahami bahwa jika Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, maka Sya’ban adalah bulan mempersiapkan diri agar lisan dan hati telah akrab dengan Al-Qur’an sebelum Ramadhan tiba.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Amalan ketiga di bulan Sya’ban adalah menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah dan pembersihan hati. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah)

Imam Ibnu Taimiyah رحمه الله dalam Majmū‘ al-Fatāwā menjelaskan bahwa keutamaan malam Nisfu Sya’ban memiliki dasar dari sejumlah hadits dan atsar. Oleh karena itu, malam tersebut dianjurkan dihidupkan dengan ibadah secara umum, seperti shalat malam, doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta membersihkan hati dari syirik, dendam, dan permusuhan. Sebab ampunan Allah terhalang bukan oleh sedikitnya amal, tetapi oleh rusaknya hati.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Jangan biarkan bulan Sya’ban berlalu tanpa makna. Ia adalah bulan latihan sebelum Ramadhan, bulan puasa, bulan Al-Qur’an, dan bulan pembersihan hati. Barang siapa memuliakan Sya’ban dengan amal, insyaAllah Allah akan memuliakannya di bulan Ramadhan.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

 

Kutbah Kedua

لْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِتِّحَادِ وَالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلاَلًا طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا، اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنا ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil