Way Kanan, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, bersama Ketua Pokjaluh Provinsi Lampung, M. Ali, Ketua Pokjaluh Kabupaten Way Kanan, Munawar, serta anggota Penyuluh Agama Islam Kemenag Way Kanan mengikuti kegiatan Retreat Penyuluh Agama Islam se-Provinsi Lampung Tahun 2026 di Taman Wisata PKK Agro Park, Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Literasi Keuangan Syariah dan Ekoteologi sebagai Pilar Penyuluh Agama Islam Berdampak” ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas penyuluh agama, khususnya dalam memahami pengelolaan keuangan syariah, mengenal instrumen investasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Salah satu agenda kegiatan adalah Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah serta Pembukaan 1.000 Rekening Saham bagi Penyuluh Agama se-Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, serta dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kepala OJK Provinsi Lampung, dan perwakilan Gubernur Lampung.
Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh agama mendapatkan penguatan wawasan mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, akses terhadap layanan keuangan syariah, serta pengenalan investasi di pasar modal. Pembukaan rekening saham juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan instrumen investasi kepada penyuluh, termasuk pentingnya memahami mekanisme transaksi, risiko investasi, dan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan keuangan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, menilai penguatan literasi keuangan syariah penting untuk memperluas peran penyuluh agama dalam pemberdayaan ekonomi umat.
“Penyuluh agama tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga perlu memiliki wawasan yang memadai mengenai ekonomi syariah dan pengelolaan keuangan. Dengan bekal tersebut, penyuluh dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang bijak, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan memahami literasi keuangan juga perlu diiringi dengan kesadaran untuk mengenali risiko investasi, menghindari praktik investasi ilegal, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain literasi keuangan syariah, kegiatan retreat ini turut menekankan pentingnya ekoteologi sebagai pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai agama dengan tanggung jawab menjaga lingkungan hidup. Penyuluh agama diharapkan mampu menanamkan pemahaman bahwa kepedulian terhadap alam merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Penyuluh agama tidak hanya mengajak masyarakat memperkuat ibadah dan akhlak, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan melalui edukasi dan keteladanan,” tambah Masir Ibrahim.
Sementara itu, Ketua Pokjaluh Provinsi Lampung, M. Ali, menilai kegiatan retreat menjadi momentum bagi penyuluh agama Islam untuk memperkuat kompetensi dan memperluas wawasan. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam program pembinaan yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Penyuluh agama diharapkan mampu menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini ke dalam program pembinaan yang nyata. Dengan demikian, penyuluhan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Way Kanan berharap penyuluh agama Islam semakin siap menjalankan peran sebagai pembimbing, pendamping, sekaligus penggerak masyarakat. Penguatan literasi keuangan syariah dan ekoteologi diharapkan dapat menghadirkan dakwah yang lebih relevan, solutif, dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan umat serta pelestarian lingkungan hidup. (Humas)