Way Kanan (Humas Kemenag) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan menegaskan dukungannya terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah melalui kehadiran Kepala Subbagian Tata Usaha, Joko Susanto, yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan pada pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Way Kanan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, ini menjadi bagian dari upaya memperkuat revitalisasi bahasa daerah sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu sebagai identitas dan warisan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Machiavelli menegaskan bahwa bahasa ibu memiliki ikatan emosional yang kuat dalam kehidupan seseorang serta menjadi bagian penting dari pembentukan identitas budaya.
“Bahasa ibu adalah kasih sayang pertama yang meresap saat pertama kali didengar dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah membimbing dan mendampingi peserta hingga dapat mengikuti festival tersebut. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus menjadi gerakan bersama agar kebudayaan lokal tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada ibu guru yang telah mengawal anak-anak hingga sampai di sini. Di Nuwa Adat ini, kita akan membangkitkan kembali budaya Way Kanan,” katanya.
Machiavelli juga berharap keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama, dapat semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor demi menyukseskan revitalisasi bahasa ibu di Kabupaten Way Kanan.
Festival tersebut turut dihadiri Ketua Forum Guru Bahasa Daerah, Septi Marbara; Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Endi Yulianto; Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S); Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS); serta Guru Utama periode 2023–2026. Kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan ini mencerminkan pentingnya sinergi dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerah melalui dunia pendidikan.
Sementara itu, Joko Susanto menyambut baik penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa daerah sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan madrasah.
“Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan menyambut baik dan mendukung pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu ini. Pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, Kementerian Agama, tenaga pendidik, serta masyarakat. Kami berharap semangat mencintai bahasa ibu juga tumbuh di lingkungan madrasah sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ungkap Joko.
Ia menambahkan, madrasah memiliki peran penting dalam mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada peserta didik. Penguatan nilai-nilai budaya dapat berjalan beriringan dengan pendidikan agama, pembentukan akhlak, dan penanaman sikap saling menghargai dalam keberagaman.
Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu 2026, diharapkan bahasa daerah tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga tetap hidup sebagai identitas budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kehadiran Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap sinergi lintas sektor untuk memperkuat pelestarian bahasa dan budaya daerah, termasuk melalui peran strategis madrasah dalam membentuk generasi yang mencintai warisan budaya bangsa.(Humas)