Semarang (Humas) --- Kota Bandar Lampung menyumbang tujuh peserta yang memperkuat Kafilah Provinsi Lampung pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Mereka turun di sejumlah cabang dan membawa harapan Lampung di panggung nasional.
Dukungan diberikan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, yang hadir pada pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam. Erwinto didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, M. Riswan.
Tujuh wakil Bandar Lampung itu yakni Alwi Habiburrohman, Hefni Herwan, Rizky Amalia, Abdullah Syafiq, Ika Pertiwi, Ismi Lalita, dan Bahrul Ulum. Mereka tersebar pada sejumlah cabang, mulai tartil, tilawah, murattal, mujawwad hingga digital Al-Qur’an.
Erwinto mengatakan, tampil di tingkat nasional merupakan buah dari proses pembinaan dan latihan panjang. Ia berharap para peserta mampu menjaga fokus serta menunjukkan kemampuan terbaik saat berlaga.
"Persiapan sudah dilalui. Sekarang saatnya putra-putri terbaik Lampung tampil tenang, percaya diri, dan memberikan kemampuan maksimal. Jaga kesehatan, kekompakan, serta akhlak, karena mereka membawa nama daerah sekaligus kehormatan Provinsi Lampung di panggung nasional," ujar Erwinto.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI juga dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung. Hadir Wakil Gubernur Lampung Jihan, unsur Asisten Pemprov Lampung. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain bersama istri Aisyah Zulkarnain, serta Kepala Bidang Penais Zawa Makmur.
Menurut Erwinto, kehadiran jajaran Lampung menjadi dukungan moril bagi kafilah menjelang pertandingan. Ia menilai tujuh peserta asal Bandar Lampung juga menunjukkan potensi pembinaan Al-Qur’an di daerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Pengalaman berlaga di tingkat nasional, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi modal memperkuat regenerasi qari-qariah serta pembinaan Al-Qur’an di Bandar Lampung.
Bagi tujuh wakil Bandar Lampung, panggung nasional di Semarang kini menjadi ruang untuk menguji hasil pembinaan panjang sekaligus mengharumkan nama Lampung.