Jl. P. Emir Moh. Noer No.81, Sumur Putri, Kec. Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung 35211 kemenagkotabalam01@gmail.com

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Erwinto: Apa Pun Agamanya, Kita Tetap Nusantara

Kamis, 20 Agustus 2026 Humas Bandar Lampung Editor: Fadilah
Erwinto: Apa Pun Agamanya, Kita Tetap Nusantara
Humas Bandar Lampung
Humas Bandar Lampung
Foto: Mushollin

Bandar Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, mengajak para pendamping Bina Iman Anak (BIA) dan Bina Iman Remaja (BIR) Katolik menanamkan sikap saling menghargai dan hidup rukun sejak dini dalam pembinaan generasi muda, Kamis (20/8/2026), di Hotel Arnes, Bandar Lampung.

"Apa pun agamanya, kita adalah Nusantara. Iman menuntun setiap orang pada jalan pengabdiannya, sementara kebangsaan mempertemukan kita dalam tanggung jawab yang sama: merawat persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menjaga Indonesia sebagai rumah bersama," kata Erwinto.

Menurut dia, kehidupan yang rukun membutuhkan kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual. Kecerdasan spiritual membentuk kedalaman iman, kecerdasan emosional menjaga cara bersikap terhadap sesama, sedangkan kecerdasan intelektual membantu seseorang melihat perbedaan secara jernih dan dewasa.

"Kerukunan tumbuh ketika seseorang teguh dengan keyakinannya, tetapi tetap memiliki keluasan hati untuk menghargai keyakinan orang lain. Di situlah kedewasaan beragama menemukan maknanya," ujarnya.

Erwinto mengatakan masa anak dan remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Pendamping BIA-BIR karena itu perlu hadir sebagai contoh dan teladan dalam perkataan, sikap, maupun kehidupan sehari-hari.

Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, menurut dia, juga membawa tantangan tersendiri dalam pembinaan generasi muda. Pendamping perlu memahami dunia anak dan remaja sekaligus membimbing mereka menggunakan teknologi secara positif.

"Jadilah contoh dan teladan. Arahkan anak-anak menggunakan teknologi untuk belajar, mengembangkan kemampuan dan menyebarkan kebaikan. Jangan sampai kemajuan teknologi justru menjauhkan mereka dari nilai iman dan kepedulian terhadap sesama," katanya.

Sementara itu, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Felix Himawan Setioko, S.H., dalam laporannya mengatakan kegiatan diikuti 40 pendamping BIA-BIR dari Paroki Gereja Katolik Ratu Damai Teluk Betung, Paroki Gereja Katolik St. Yohanes Rasul Kedaton, dan Paroki Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang.

Felix menjelaskan kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi dan penyamaan persepsi bagi para pendamping mengenai upaya meningkatkan kualitas pembinaan iman anak dan remaja Katolik. Pertemuan itu juga digunakan untuk bertukar pengalaman mengenai pola pendampingan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan generasi muda.

Kegiatan turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Ahmad Syafiuddin, S.E. serta para pendamping BIA-BIR dari sejumlah paroki di Kota Bandar Lampung.