Bandar Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menegaskan merit system akan diterapkan penuh mulai 2027, dengan kinerja, prestasi, dan integritas menjadi dasar pengelolaan karier ASN. Hal itu disampaikannya pada Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan MTsN 2 Bandar Lampung, Senin (10/8/2026).
Erwinto menjelaskan, kebijakan tersebut telah mendapat persetujuan Kementerian PAN-RB dan Kementerian Keuangan. Penilaian ASN terintegrasi dengan SIMPEG dan SKP, sedangkan prestasi pegawai dipetakan dalam skala 1 hingga 9 sebagai dasar pengisian jabatan secara transparan.
"Mulai 2027, merit system diterapkan secara penuh. Karena itu, kinerja dan prestasi harus dibangun sejak sekarang. Data SIMPEG dan SKP harus benar, lengkap, serta diperbarui secara jujur karena menjadi dasar pengembangan karier ASN." Ujar Erwinto.
Pengelolaan gaji dan tunjangan, termasuk TPG, dialihkan secara terpusat mulai Agustus 2026 hingga penuh Januari 2027. ASN diminta aktif memperbarui data agar tidak terkendala dalam pemenuhan hak.
Ia juga menyoroti zakat profesi dan wakaf ASN. Pengumpulan zakat profesi diimbau otomatis melalui bendahara, sementara wakaf tunai dipetakan di setiap madrasah. Erwinto mengapresiasi tata kelola MTsN 2 Bandar Lampung yang dinilai telah berjalan baik.
Pada bidang pendidika, Erwinto meminta guru menciptakan lingkungan belajar aman dan bebas trauma. Kebiasaan menakut-nakuti siswa dengan cerita mitos atau hantu harus dihentikan. Ia menegaskan larangan kekerasan dan perundungan, baik fisik maupun verbal, serta mengajak guru mendidik dengan kasih sayang tanpa membeda-bedakan peserta didik.
"Guru harus menjadi teladan dalam mendidik dengan kasih sayang. Tidak boleh ada kekerasan maupun perundungan. Pendidikan harus membangun, bukan meninggalkan trauma."
Erwinto mengingatkan ASN menjalankan disiplin dan kinerja sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021 dan PermenPAN-RB Nomor 6 Tahun 2022. SKP dan Core Values BerAKHLAK harus dilaksanakan secara akuntabel, jujur dan berintegritas.
Ia menutup arahan dengan tiga filosofi pendidikan: al-thariqatu ahammu mina al-maddah (metode penting), al-mudarrisu ahammu mina al-thariqah (guru lebih penting daripada metode), dan ruhu al-mudarrisi ahammu mina al-mudarrisi nafsihi (ruh, kesungguhan dan keikhlasan guru merupakan inti pendidikan).
Sementara itu, Plt. Kepala MTsN 2 Bandar Lampung, Mujiono, mengajak guru dan tenaga kependidikan memperkuat kebersamaan untuk membangun madrasah unggul dan berprestasi melalui penguatan imtak dan iptek.
Kegiatan dihadiri Erwinto, Kasi Penmad Said Karimin, Pengawas Pembina Wiladi, Plt. Kamad Mujiono, Kaur TU Sri Yuli Astuti, serta staf, guru dan seluruh ASN MTsN 2 Bandar Lampung.