Bandar Lampung (Humas) --- Pengawas madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam menjaga mutu pendidikan. Peran mereka tidak sekadar memeriksa administrasi, tetapi memastikan pembelajaran berjalan efektif, guru terus berkembang, dan layanan pendidikan berdampak bagi peserta didik.Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAPKI) Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Zainal Hakim, saat menjadi pembina Apel Senin, Senin (3/8/2026).
Menurut Zainal, pengawas menjadi penghubung antara kebijakan pendidikan dan pelaksanaannya di ruang kelas. Karena itu, pengawas harus aktif mendampingi guru, memetakan persoalan pembelajaran, serta memberikan solusi sesuai kebutuhan satuan pendidikan. “Pengawas harus hadir sebagai mitra guru. Bukan hanya memeriksa administrasi, tetapi memastikan proses pendidikan berjalan dan memberi manfaat kepada peserta didik,” ujarnya.
Ia menegaskan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, anggaran, dan fasilitas. Faktor utama tetap terletak pada kualitas sumber daya manusia, terutama guru yang setiap hari berhadapan langsung dengan peserta didik. Menurutnya, ruh pengabdian, keteladanan, dedikasi, dan semangat juang guru harus tetap terjaga di tengah perubahan kurikulum. Kurikulum dapat berubah mengikuti perkembangan zaman, tetapi komitmen pendidik dalam membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan peserta didik tidak boleh melemah.
Karena itu, pengawas harus mampu membaca kebutuhan nyata di lapangan. Pendampingan perlu diarahkan pada peningkatan metode mengajar, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, pembentukan karakter, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.
Zainal juga menyoroti besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan. Amanat alokasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN, menurutnya, harus dijawab dengan kinerja yang terukur, transparan, dan berdampak nyata. “Besarnya anggaran harus sejalan dengan peningkatan mutu. Setiap program pendidikan harus dirasakan manfaatnya oleh guru, peserta didik, dan masyarakat,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi pengawas madrasah dan Pengawas PAI yang tetap menjalankan pembinaan di tengah keterbatasan sarana dan anggaran. Kolaborasi, integritas, dan tanggung jawab harus menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal mengajak seluruh ASN memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas, dan menghindari pola kerja yang hanya berorientasi pada administrasi. Apel dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Erwinto, Kepala Subbagian Tata Usaha Ahmad Syafiuddin, para pejabat, Pokjawas, serta seluruh ASN.