Bandar Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung melalui Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI), Zainal Hakim, menyampaikan apresiasi mendalam serta dukungan penuh atas keterlibatan santri dalam ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026.
"Kami memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para santri utusan Provinsi Lampung yang menjadi duta daerah pada PPSN VI Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan wahana strategis untuk membentuk mentalitas, kemandirian, serta kepemimpinan generasi muda Islami," tegas Zainal Hakim mewakili Kakankemenag Kota Bandar Lampung usai menghadiri pelepasan kontingen di Aula Saibatin Kanwil Kemenag Lampung, Senin (28/9/2026).
Pelepasan Kontingen Provinsi Lampung dilakukan secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain. Kontingen dijadwalkan bertolak menuju Jawa Timur pada Selasa (29/9/2026) untuk mengikuti PPSN VI di Pondok Pesantren An-Nur Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, pada 30 September hingga 6 Oktober 2026.
Kegiatan pelepasan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kanwil Kemenag Lampung, Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, Ketua FKPP Lampung, pimpinan BSI Bandar Lampung, serta para pimpinan pondok pesantren pengirim peserta.
Dalam arahannya, Zulkarnain mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung keberangkatan kontingen. Ia berpesan agar PPSN tidak hanya menjadi ajang perlombaan, melainkan sarana pembelajaran kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kepedulian lingkungan, dan pemecahan masalah. Ia juga menekankan nilai ekoteologi serta menjaga nama baik daerah dengan memegang teguh filosofi Tunas Kelapa.
Sementara itu, Ketua Kontingen Lampung, Indra Jaya, melaporkan bahwa kontingen beranggota 29 orang, terdiri atas 24 santriwan-santriwati, dua Pimpinan Kontingen Daerah, dan tiga Pembina Pendamping. Peserta berasal dari PP Jannatun Na'im, As-Sahil, Darul A'mal, dan Al Furqon.
Dukungan serupa disampaikan Ketua FKPP Provinsi Lampung, Andi Warisno. Ia berharap peserta berjuang maksimal serta mendorong agar kegiatan kepramukaan santri diselenggarakan secara rutin di tingkat provinsi guna memperkuat pembinaan karakter generasi muda.