Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, menegaskan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang selaras dengan moderasi beragama dan ekoteologi sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan amanah dan materi pada Workshop Implementasi KBC dan Ekoteologi bagi guru MTs se-Kota Bandar Lampung, Senin (26/1/2026).
Menurut Makmur, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan ikhtiar strategis
Kementerian Agama untuk mewujudkan masyarakat yang tidak hanya unggul secara
intelektual, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial. Ia
menekankan bahwa pendidikan madrasah harus mampu melahirkan generasi yang
berakhlak, toleran, peduli lingkungan, serta memberi kemaslahatan bagi
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Makmur menambahkan, keberhasilan implementasi KBC ditandai dengan terinternalisasinya nilai cinta, moderasi beragama, dan kepedulian ekologis dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, ia menegaskan peran strategis guru sebagai agen perubahan yang mentransformasikan nilai-nilai tersebut ke dalam praktik pendidikan sehari-hari di madrasah. Implementasi KBC, lanjutnya, juga harus sejalan dengan program Kemenag Berdampak dan Asta Protas Kementerian Agama.