Bandar Lampung, MIN 1 (Humas) --- Melalui keputusan presiden (Keppres) No. 153 tahun 1967 ditetapkan 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila, MIN 1 Bandar Lampung menggelar peringatan kesaktian Pancasila pada Rabu (01/10/2025)
Peringatan kesaktian Pancasila dihadiri oleh kepala MIN 1 Bandar Lampung, dewan guru dan staf MIN 1 Bandar Lampung yang dilaksanakan di halaman madrasah setempat.
Upacara peringatan kesaktian Pancasila dilaksanakan dengan dengan penuh hikmad sebagaimana tujuan diadakan upacara peringatan hari kesaktian Pancasila adalah untuk memperingati bahwa Pancasila tetap tegak sebagai ideologi bangsa meskipun ada upaya menggantinya dengan ideologi lain.
Sulaiha koordinator kurikulum menjelaskan tema peringatan hari kesaktian Pancasila. "Pada tahun ini peringatan hari kesaktian Pancasila berdasarkan dari kementerian kebudayaan RI bahwa tema peringatan kesaktian Pancasila adalah 'Pancasila Pererat Bangsa Menuju Indonesia Raya," jelas Sulaihah.
Kepala MIN 1 Bandar Lampung Hizbuddin Burmelli dalam amanatnya mengajak kepada peserta upacara untuk menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup. "Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, pandangan hidup dan ideologi bangsa supaya terjalin hidup rukun damai dan sejahtera," ajaknya.
"Mari kita Pererat silaturahmi diantar kita, dalammenjaga ketertiban, persatuan, kedamaian dan kemakmuran bangsa kita Indonesia dan kita doakan para pahlawan revolusi diterima amal ibadah dan diampuni segala dosa-dosanya, dan kita dapat meneruskan semangat perjuangan para pahlawan tersebut," tambahnya.
"Yang perlu anak-anak ambil pelajaran pada hari ini adalah semangat pengorbanan yang diberikan oleh para pahlawan kita, mari kita selalu tanamkan jiwa patriotisme untuk bangsa dan negara kita, karna cinta tanah air bagian dari iman," tutupnya.
Rangkaian upacara peringatan hari kesaktian Pancasila dilaksanakan dengan sempurna, untuk menumbuhkan rasa dan semangat cinta negeri cinta bangsa Indonesia. (Alwin/Gapian/Mushollin)
Editor : Fadilah