Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) ke II yang diadakan di Asrama Haji Rajabasa pada hari ini, selasa (04/02/2025) dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo berlangsung dengan sukses. Kegiatan ini dihadiri oleh 95 penghulu dari berbagai Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung, yang turut serta dalam rangka memperkuat organisasi, memperbaharui komitmen terhadap tugas dan fungsi penghulu, serta membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Dalam sambutan kakanwil Kemenag Provinsi Lampung berpesan kepada Penghulu agar menjadi agen kebaikan di tengah-tengah masyarakat, sebagai organisasi profesi harus menjalin koordinasi, musyawarah dijalankan secara baik, nyaman, senang dan tujuan kita bukan hanya reorganisasi tapi bagaimana kedepannya kita seperti apa adanya.
Dalam sambutannya, Ketua APRI Provinsi Lampung, Purna Irawan, mengungkapkan pentingnya musyawarah ini sebagai ajang untuk saling bertukar pengalaman dan memperkokoh solidaritas antar penghulu di Provinsi Lampung. "Sebagai penghulu, kita tidak hanya bertugas untuk mengesahkan pernikahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membina masyarakat dan menjaga keharmonisan sosial," ujarnya.
Kepala Bidang Urusan Agama Kanwil Kemenag Lampung, Yulizar Andri, Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Makmur turut hadir dalam musyawarah wilayah APRI tersebut.
Dalam musyawarah wilayah ini juga dibahas berbagai program kerja ke depan, diantaranya pelatihan peningkatan kapasitas penghulu, penguatan peran APRI dalam kebijakan pemerintah terkait pernikahan, dan peningkatan pelayanan publik di bidang keagamaan. Peserta muswil juga menyampaikan berbagai aspirasi dan tantangan yang dihadapi oleh penghulu dalam menjalankan tugas mereka di lapangan, seperti kurangnya fasilitas, pelatihan yang memadai, serta dukungan anggaran.
Sebagai organisasi yang memiliki peran penting dalam struktur sosial dan keagamaan, APRI berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dan pihak terkait untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang perkawinan dan administrasi keagamaan.
Dengan semangat baru dan berbagai program yang telah disusun, Muswil ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi kemajuan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Uji)
Editor : Fadilah