Bandar Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menegaskan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 menjadi sarana untuk mengukur kemampuan dan prestasi peserta didik serta meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Hal itu disampaikan Erwinto saat membuka OMI Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 di MTsN 2 Bandar Lampung, Senin (7/9/2026). Ia meminta kepala madrasah dan pengawas memberikan pembinaan secara berkelanjutan agar peserta didik mampu meningkatkan prestasi dan mengikuti kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Menurut Erwinto, pelaksanaan OMI juga menjadi bahan evaluasi bagi madrasah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dukungan pembiayaan melalui BOS dan komite harus digunakan secara tepat untuk mendukung kegiatan pendidikan dan prestasi peserta didik.
"OMI bukan hanya untuk menentukan siapa yang menang, tetapi menjadi sarana untuk mengukur kemampuan, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan prestasi ke tingkat yang lebih tinggi," ujar Erwinto.
Ia meminta seluruh peserta mempersiapkan diri secara serius dan menerima hasil perlombaan dengan sikap yang baik. Peserta yang meraih prestasi diminta mempertahankan dan meningkatkan kemampuannya, sedangkan peserta yang belum berhasil harus menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi.
Erwinto juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, madrasah, guru pendamping, pengawas, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan OMI 2026. Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga membentuk sikap disiplin, sportivitas, dan integritas peserta didik.
"Melalui Olimpiade Madrasah Indonesia ini, kita berharap lahir generasi yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam membangun bangsa," katanya.
OMI Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti 506 peserta. Peserta jenjang SD/MI sebanyak 182 orang, SMP/MTs sebanyak 174 orang, dan SMA/MA sebanyak 150 orang.
Pembukaan OMI turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Bandar Lampung Said Karimin, Ketua Pokjawas Kota Bandar Lampung, para kepala MIN, MTsN, dan MAN se-Kota Bandar Lampung, panitia dan pengawas OMI, serta guru pendamping.
OMI 2026 mengusung tema "Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju."