Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Balai Bahasa Provinsi Lampung bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Bandar Lampung menggelar Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif, Selasa, 22 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung, dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari kepala madrasah serta guru MTs dan MA, baik negeri maupun swasta se-Kota Bandar Lampung.
Sosialisasi secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Makmur, dan turut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, serta Koordinator Tim Kerja UKBI Balai Bahasa, Dinar Ardian.
Dalam sambutannya, Makmur menyampaikan bahwa UKBI merupakan sarana
strategis dalam meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia, khususnya di
kalangan guru dan penyuluh agama. Ia menegaskan bahwa kemahiran berbahasa
Indonesia bukan hanya penting secara administratif, tetapi juga sebagai bentuk
kontribusi dalam menjaga peradaban dan memperkuat identitas kebangsaan.
"Kementerian Agama sebagai institusi multikeagamaan memiliki potensi
besar dalam mendiseminasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui
khutbah, ceramah, serta penyuluhan," ujar Makmur. Ia pun mengapresiasi
kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Lampung dan berharap kerja sama ini
terus diperluas hingga ke lembaga pendidikan Islam dan komunitas dakwah.
Makmur mengajak seluruh peserta untuk mengikuti sosialisasi dengan sungguh-sungguh, dan berharap UKBI dapat menjadi amal jariyah serta bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kualitas bahasa Indonesia di tengah tantangan era global.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata,
menjelaskan bahwa pelaksanaan UKBI dan pengembangan Kosakata Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) merupakan upaya strategis dalam memperkuat literasi dan
menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Ia menyebut bahwa kosakata
dalam KBBI terus bertambah, baik melalui serapan dari bahasa asing maupun
daerah. Selain itu, UKBI kini menjadi salah satu syarat dalam proses seleksi
beasiswa dan asesmen pegawai, sehingga penting untuk terus disosialisasikan
secara masif dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Dinar Ardian menambahkan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan UKBI sebagai program gratis yang dapat dimanfaatkan oleh siswa MA dan MTs di Kota Bandar Lampung. Menurutnya, program ini dirancang tidak hanya untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa persatuan, tetapi juga untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan. Ia juga menyoroti upaya Balai Bahasa dalam mengatasi kendala teknis di sekolah melalui layanan UKBI secara daring dan luring. (Mushollin/Ali)
Editor : Fadilah