Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Ahmad Jalaluddin Hadiri Pembukaan Sosialisasi Moderasi Beragama oleh Kanwil Kemenag Provinsi Lampung

Jumat, 30 Agustus 2024 Humas Tulang Bawang
Ahmad Jalaluddin Hadiri Pembukaan Sosialisasi Moderasi Beragama oleh Kanwil Kemenag Provinsi Lampung
Humas Tulang Bawang
Humas Tulang Bawang

Tulang Bawang, Kemenag (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin menghadiri pembukaan Sosialisasi Moderasi Beragama yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Kamis (29/08/2024).

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Puji Raharjo di Hotel Le'man, Kec. Banjar Agung Kab. Tulang Bawang.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag serta tim Pokja Moderasi Beragama Provinsi. Peserta sosialisasi terdiri dari 50 orang yang berasal dari berbagai unsur dan acara berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 29 - 30 Agustus 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung,Puji Raharjo menyampaikan materi mengenai pentingnya moderasi beragama di tengah kondisi sosial dan politik yang dinamis. Dalam penjelasannya, beliau menggarisbawahi empat aspek penting yang perlu dipahami untuk menghadapi tantangan zaman, yaitu turbulensi, ketidakpastian (uncertainty), kebaruan (novelty), dan ambiguitas.


Turbulensi dalam konteks moderasi beragama merujuk pada dinamika sosial dan perubahan yang cepat dalam masyarakat. beliau menjelaskan bahwa turbulensi ini dapat menciptakan ketegangan antar kelompok agama. Oleh karena itu, penting untuk memiliki sikap moderat agar dapat menjaga kedamaian dan kerukunan,” ujar Kakanwil.

"Tampaknya terdapat kekeliruan dalam penulisan "ansernaiti", mungkin yang dimaksud adalah "uncertainty" atau ketidakpastian. Dalam konteks tersebut, kemungkinan besar membahas tentang bahaya ketidakpastian yang dapat menimbulkan turbulensi dalam masyarakat. Ketidakpastian ini dapat memicu ketegangan dan konflik, sehingga penting untuk menerapkan moderasi beragama sebagai upaya untuk menjaga harmoni dan stabilitas sosial," ucapnya.

Lebih lanjut Kakanwil menjelaskan tentang kebaruan atau novelty. "Dalam konteks ini, "kebaruan" atau "novelty" merujuk pada elemen atau aspek baru yang disampaikan oleh seseorang dalam presentasi atau diskusi mereka. Kebaruan bisa meliputi ide, temuan, atau pendekatan yang belum pernah dipertimbangkan sebelumnya," paparnya.


Terakhir beliau sampaikan tentang ambiguitas. Dalam konteks ini, "ambiguitas" merujuk pada ketidakjelasan atau adanya dua atau lebih makna yang bisa diartikan dari suatu pernyataan atau situasi. Beliau membahas bagaimana ambiguitas dapat mempengaruhi pemahaman atau interpretasi informasi. "Dalam konteks beragama kondisi ini harus disikapi dengan tetap mempertahankan, nilai nilai agama yang difahami secara moderat,“ tandas kakanwil.

Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan strategi kepada peserta untuk lebih memahami dan menghadapi tantangan zaman dengan perspektif moderasi beragama yang inklusif dan toleran.

Acara ini menghadirkan narasumber utama, Kakanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo sebagai MTO Moderasi Beragama, Ketua Pokja Moderasi Beragama Marwansyah, serta para fasilitator yang berpengalaman dalam bidang moderasi beragama. (dody)


Editor: Aditya Catur