Pesisir Barat, Kemenag (Humas) --- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pesisir Barat menyelenggarakan sosialisasi Rumah Ibadah Tangguh Bencana pada hari Kamis, (31/10/2025) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesisir Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah ibadah di Kabupaten Pesisir Barat dalam menghadapi risiko bencana alam.
Acara dihadiri oleh Penyelenggara Hindu, I Gede Sudanta. Turut hadir Ketua FKUB Pesisir Barat, Rusman Umari, serta para tokoh agama di Kabupaten Pesisir Barat. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan rumah ibadah sebagai pusat evakuasi dan pendidikan mitigasi bencana.
I Gede Sudanta menyampaikan arahan tentang pentingnya kolaborasi lintas agama dalam menghadapi bencana. Ia juga menyampaikan pesan penting bahwa rumah ibadah dapat memiliki peran strategis dalam kesiapsiagaan dan solidaritas apabila terjadi bencana. “Penting bagi kita untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas iman. Melalui hal-hal tersebut, rumah-rumah ibadah di Pesisir Barat akan menjadi tempat yang aman dan strategis dalam menghadapi datangnya bencana," ujarnya.
Arahan tersebut menekankan perlunya program mitigasi bencana dalam pengelolaan rumah ibadah. I Gede Sudanta juga menyampaikan bahwa setiap elemen masyarakat harus selalu siap dan waspada terhadap potensi datangnya bencana.
Ketua FKUB Pesisir Barat, Rusman Umari menyampaikan bahwa peran rumah ibadah sangat strategis dalam penanganan bencana. Menurutnya, masjid, pura, dan rumah ibadah lainnya perlu dirancang agar dapat menjadi tempat evakuasi saat bencana terjadi. “Jika sewaktu-waktu bencana datang, rumah ibadah juga harus dirancang menjadi tempat untuk yang aman dan nyaman bagi para pengungsi," ujarnya.
Mempersiapkan rumah ibadah yang tangguh dan tahan bencana di Kabupaten Pesisir Barat menjadi sangat penting sebagai bagian dari mitigasi bencana. Hal ini penting mengingat posisi geografis Kabupaten Pesisir Barat yang rawan bencana karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan berada pada zona subduksi aktif antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan Kabupaten Pesisir Barat berpotensi mengalami gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor.
Kemenag Pesisir Barat berkomitmen untuk menjadikan rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga dapat menjadi pusat evakuasi yang aman bagi masyarakat sekitar saat terjadi keadaan darurat. (Richard/Anggithya)