Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Bangun Literasi Keuangan ASN, Kemenag Pesisir Barat Gandeng Bank Indonesia Gelar Sosialisasi Cinta Rupiah

Rabu, 24 Juni 2026 Humas Pesisir Barat Editor: Rizki
Bangun Literasi Keuangan ASN, Kemenag Pesisir Barat Gandeng Bank Indonesia Gelar Sosialisasi Cinta Rupiah
Humas Pesisir Barat
Humas Pesisir Barat
Foto: Edri Wahyudi

Pesisir Barat - Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat mengikuti Kegiatan Sosialisasi Cinta Rupiah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Agenda edukatif ini dilaksanakan pada hari Rabu (24/6/2026) pagi  di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pesisir Barat.

Peserta yang mengikuti jalannya sosialisasi ini terdiri dari gabungan ASN Kantor Kemenag Pesisir Barat, ASN Kemenhaj Pesisir Barat, serta jajaran aparatur dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Krui Selatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU), Hikmat Tutasry, hadir membuka acara. Turut hadir dalam kegiatan ini para kepala seksi dan penyelenggara.

Kasubbag TU Kemenag Pesisir Barat, Hikmat Tutasry, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia atas kepeduliannya dalam memberikan edukasi langsung mengenai mata uang negara kepada para pegawai instansi vertikal di daerah.

"Kegiatan ini memiliki nilai urgensi yang sangat tinggi bagi kita selaku aparatur sipil negara. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para ASN dapat mengenal uang rupiah secara lebih mendalam dan komprehensif, sekaligus membangun literasi mengenai keuangan yang sehat," ujar Hikmat Tutasry.

Hikmat Tutasry menambahkan bahwa pemahaman yang baik tentang rupiah bukan sekadar tahu nominalnya saja. Lebih dari itu, menghargai rupiah merupakan salah satu wujud nyata dari rasa nasionalisme dan penghormatan terhadap simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah prosesi pembukaan selesai, acara langsung berlanjut ke sesi inti yang dipandu oleh tim edukator profesional dari Bank Indonesia. Materi pertama diawali dengan pengenalan mendalam mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah guna mengantisipasi peredaran uang palsu.

Para peserta diajarkan teknik mendeteksi keaslian uang kertas melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Edukator juga memaparkan bagaimana cara merawat uang fisik agar tidak cepat rusak, sebagai implementasi nyata dari slogan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Tidak hanya berfokus pada uang kartal fisik, Bank Indonesia juga memberikan sosialisasi mengenai perkembangan ekosistem pembayaran digital masa kini. Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan dan tata cara penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Sosialisasi ini membuka wawasan para ASN mengenai efisiensi, keamanan, dan transparansi bertransaksi secara non-tunai di era digital. Hal ini dinilai sangat relevan dengan komitmen Kemenag dalam mendukung digitalisasi layanan publik dan keuangan di daerah.

Suasana di dalam aula semakin dinamis saat memasuki sesi tanya jawab interaktif. Para peserta dari Kemenag, Kemenhaj, dan KUA Krui Selatan tampak sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari teknis penukaran uang rusak hingga keamanan bertransaksi digital.

Kegiatan sosialisasi yang berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh edukasi ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara seluruh peserta, pejabat struktural Kemenag, dan tim edukator Bank Indonesia sebagai simbol sinergi yang kuat.

(Richard )