Pesisir Barat (Humas) — Seksi Bimbingan Masyarakat
Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat
menggelar pelatihan pembuatan konten kreatif bagi para penyuluh agama di lingkungan
Kemenag Pesisir Barat . Kegiatan berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan
Umrah Terpadu (PLHUT) pada Selasa, 17 Juni 2025.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para penyuluh
agama dalam menyampaikan dakwah secara modern dan efektif melalui media
digital. Melalui konten kreatif yang diunggah ke media sosial, para penyuluh
diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kegiatan ini diikuti
oleh 45 penyuluh agama dari 11 Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di bawah
naungan Kemenag Kabupaten Pesisir Barat.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Kantor
Kemenag Kabupaten Pesisir Barat, H. Hikmat Tutasry, S.Pd. Dalam sambutannya, ia
menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam memproduksi konten digital. Ia
mengingatkan bahwa media sosial adalah pisau bermata dua—dapat membawa manfaat
besar, namun juga menimbulkan dampak negatif jika disalahgunakan. Karenanya, ia
meminta para Peserta untuk memastikan setiap konten yang dibuat tidak
mengandung unsur SARA, provokatif, atau berpotensi menyinggung pihak manapun.
Ia juga memberikan motivasi agar para peserta dapat menghasilkan konten yang
inspiratif, bermakna, dan sekreatif mungkin.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Pesisir Barat, H.
Irhamsyah, S.Th.I., M.H.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa penyuluhan
agama harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Menurutnya,
pendekatan dakwah yang modern melalui konten digital merupakan strategi penting
agar pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan dengan lebih efisien, edukatif,
dan sesuai kebutuhan masyarakat masa kini.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari UIN Jurai Siwo
Lampung, yakni Siroy Kurniawan, M.Sos., dan Budi Aryanto, M.Sos. Keduanya
memberikan materi seputar strategi pembuatan konten dakwah yang tepat sasaran,
mulai dari perencanaan, pemilihan media, penulisan naskah, hingga teknik
penyampaian visual dan audio. Di akhir sesi, peserta diberi kesempatan untuk
mempraktikkan langsung proses pembuatan konten sebagai bagian dari pelatihan
teknis.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama
dapat menjadi agen dakwah digital yang produktif dan mampu membawa pesan-pesan
keagamaan secara positif di ruang publik, khususnya media sosial.(Edri/Anggithya)