Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

BPOM Provinsi Lampung Kawal Program Sekolah Pembudayaan Keamanan Pangan di MIN 2 Lampung Barat, Dorong Jajanan Sekolah Sehat dan Bebas Bahan Berbahaya

Senin, 25 Agustus 2025 Humas Lambar
BPOM Provinsi Lampung Kawal Program Sekolah Pembudayaan  Keamanan Pangan di MIN 2 Lampung Barat, Dorong Jajanan Sekolah Sehat dan Bebas Bahan Berbahaya
Humas Lambar
Humas Lambar

Lampung Barat,  MIN 2 (Humas)--- Dalam upaya memperkuat pengawasan serta memberikan edukasi terkait keamanan pangan di lingkungan sekolah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) beberapa sekolah yaitu SDN 2 Sebarus,  SD IT Khoiru Ummah, dan SMPN 1 Liwa yang bertempat di MIN 2 Lampung Barat. (22/08/2025)

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengawalan Program Sekolah Pembudayaan  Keamanan Pangan, yang menjadi program nasional untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari jajanan berisiko.

Kegiatan pengawalan ini disambut hangat oleh seluruh civitas MIN 2 Lampung Barat, mulai dari kepala madrasah, dewan guru, komite sekolah, hingga Tim Keamanan Pangan Sekolah. Tim BPOM hadir dengan membawa misi untuk melakukan edukasi, inspeksi, serta pengambilan sampel jajanan anak sekolah guna memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh siswa terbebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna tekstil, dan zat aditif yang tidak sesuai ketentuan.

Kepala MIN 2 Lampung Barat, Ema Juwita, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan pendampingan dari BPOM. Beliau menegaskan bahwa madrasah berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman, termasuk dalam hal pangan.

"Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kedatangan BPOM di madrasah ini. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap jajanan yang dikonsumsi anak-anak, karena kesehatan mereka adalah prioritas utama," ujarnya.

Tim BPOM kemudian memberikan penyuluhan kepada siswa, guru, dan para pedagang kantin mengenai ciri-ciri makanan yang aman, pentingnya menjaga kebersihan saat mengolah makanan, serta bahaya dari penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai standar. Para siswa juga tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif yang diadakan oleh BPOM, yang diselingi dengan hadiah menarik untuk meningkatkan semangat belajar.

Selain itu, tim BPOM melakukan inspeksi langsung ke kantin sekolah serta mengambil beberapa sampel makanan untuk dilakukan uji cepat terhadap kandungan bahan berbahaya. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar jajanan yang dijual telah memenuhi standar keamanan pangan, meskipun masih diperlukan perbaikan dalam aspek kebersihan penyajian.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi beberapa sekolah tersebut untuk menjalin kerja sama berkelanjutan dengan BPOM dan instansi terkait dalam memastikan bahwa seluruh jajanan yang beredar di lingkungan sekolah selalu aman dikonsumsi oleh siswa.

Dengan adanya pengawalan dari BPOM ini, diharapkan seluruh warga madrasah semakin sadar akan pentingnya pola konsumsi sehat, serta mendukung terciptanya generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat jasmani dan rohani. (Lisna Agusta/Boy/Mela Basyar)