Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gisting, Ismail, M.Pd.I., mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus dalam kegiatan pendampingan Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, meninjau kesiapan Masjid Al Munawaroh Gisting Bawah. Masjid ini tengah dipersiapkan sebagai salah satu lokasi ibadah ramah anak, yang akan diverifikasi dalam rangka penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA).
Kegiatan ini menjadi bagian
penting dari upaya sinergis antara pemerintah daerah dan instansi keagamaan
dalam mendukung terwujudnya ruang ibadah yang inklusif dan bersahabat bagi
anak-anak. Ismail menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh setiap program
yang mendorong masjid menjadi tempat yang nyaman, edukatif, dan aman bagi
seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga pusat pembinaan karakter. Maka penting bagi kita memastikan masjid ramah bagi generasi muda, baik dari segi fasilitas maupun kegiatan yang dihadirkan,” ungkap Ismail saat mendampingi peninjauan.
Wakil Bupati Agus Suranto dalam
kunjungan tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam
mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif
Kementerian Agama melalui peran KUA dalam memastikan aspek keagamaan turut
berperan dalam pembentukan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Di Masjid Al Munawaroh sendiri,
telah dilakukan sejumlah pembenahan seperti penyediaan pojok baca anak, sarana
bermain sederhana, hingga penyesuaian tata ruang agar lebih aman dan nyaman
bagi anak-anak. Selain itu, kegiatan keagamaan untuk anak seperti TPA dan
kajian tematik juga terus digiatkan.
Kehadiran Kepala KUA dalam agenda ini menjadi bentuk nyata komitmen Kemenag Tanggamus dalam mendorong masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai ruang ramah, terbuka, dan mendidik bagi seluruh anggota keluarga. Dengan langkah ini, diharapkan Gisting dan Tanggamus pada umumnya semakin siap menjadi bagian dari Kabupaten Layak Anak yang sesungguhnya. (Frans/Mela Basyar)