Jl. P. Emir Moh. Noer No.81, Sumur Putri, Kec. Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung 35211 kemenagkotabalam01@gmail.com

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Erwinto, Tekankan Kesiapan Fisik, Mental, dan Pemahaman Layanan Pra Armuzna dalam Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi JCH Kota Bandar Lampung

Jumat, 06 Februari 2026 Humas Bandar Lampung
Erwinto, Tekankan Kesiapan Fisik, Mental, dan Pemahaman Layanan Pra Armuzna dalam Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi JCH Kota Bandar Lampung
Humas Bandar Lampung
Humas Bandar Lampung

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandar Lampung melaksanakan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Reguler Kota Bandar Lampung Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapan jamaah secara fisik, mental, dan spiritual sebelum pelaksanaan ibadah haji.

Rangkaian manasik diawali dengan Manasik Akbar yang dilaksanakan pada Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Aula Masjid Al-Furqon Kota Bandar Lampung, dengan jumlah jamaah calon haji sebanyak 1.163 orang. Selanjutnya, bimbingan manasik dilaksanakan secara berkelanjutan selama empat hari di Asrama Haji Rajabasa, yang dibagi ke dalam empat zona guna memastikan efektivitas dan optimalisasi pembinaan jamaah.


Pada Pertemuan II, yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, sebanyak 306 jamaah mengikuti manasik di Gedung Arafah Asrama Haji Rajabasa. Saat ini, pelaksanaan bimbingan memasuki Zona I, dengan fokus penguatan pemahaman layanan dan ibadah jamaah pada fase pra puncak haji.

Dalam sesi tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, H. Erwinto, hadir sebagai narasumber, menyampaikan materi bertajuk “Layanan dan Ibadah Jamaah Haji di Makkah Pra Armuzna.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa fase pra Arafah merupakan tahapan krusial yang sangat menentukan kesiapan jamaah menuju puncak ibadah haji. Oleh karena itu, diperlukan layanan yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik agar jamaah dapat menjalankan ibadah secara aman, tertib, dan khusyuk.


Lebih lanjut, H. Erwinto memaparkan berbagai bentuk layanan yang akan diterima jamaah di Makkah, meliputi layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, serta bimbingan dan ibadah jamaah. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, memahami alur ibadah Armuzna, serta mematuhi arahan petugas demi kelancaran pergerakan dan keselamatan jamaah, khususnya bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi.

Melalui bimbingan manasik haji terintegrasi ini, jamaah calon haji diharapkan memiliki pemahaman yang utuh tentang tata cara ibadah, kesiapan fisik dan mental, serta kesadaran kolektif untuk menjaga disiplin dan kebersamaan. Sinergi antara petugas dan jamaah menjadi kunci utama dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lancar, aman, dan mabrur. (Humas)

Editor: Fadilah