Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Gaungkan Moderasi Beragama, Kakankemenag Tulang Bawang Sampaikan Penguatan Moderasi Beragama Untuk dikawal Dan Implementasikan

Kamis, 19 Juni 2025 Humas Tulang Bawang
Gaungkan Moderasi Beragama, Kakankemenag Tulang Bawang Sampaikan Penguatan Moderasi Beragama Untuk dikawal Dan Implementasikan
Humas Tulang Bawang
Humas Tulang Bawang

Tulang Bawang, Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, Ahmad Jalaluddin didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Mujamil, secara resmi membuka kegiatan Dialog Isu Aktual Lintas Agama yang berlangsung di Kampung Ujung Gunung Ilir pada Kamis (19/06/2025).

Kegiatan ini dihadiri Kasi Bimas Islam Mujamil, Camat Menggala Sekcam, Kepala Kampung Ujung Gunung Ilir Arjuna Putra, Bhabinkamtibnas, serta seluruh peserta dialog lintas agama.


Dialog ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkuat pemahaman dan toleransi antarumat beragama, membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup rukun dalam perbedaan keyakinan, serta menanamkan sikap saling menghargai satu sama lain.

Kasi Bimas Islam Mujamil menyampaikan kembali laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menerangkan bahwa dialog ini diikuti oleh 30 peserta. Kepala Dusun, tokoh agama, tokoh Masyarakat, serta tokoh pemuda termasuk di dalamnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin menuturkan bahwa kegiatan ini telah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Menurutnya, hal itu menjadi bukti komitmen pimpinan daerah dalam mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.

Jalaluddin mengarahkan peserta untuk memahami pentingnya dialog antarumat beragama sebagai benteng menghadapi isu-isu radikalisme. Tantangan ke depan, menurutnya, semakin kompleks, sehingga generasi muda perlu dibekali pemahaman agama yang toleran dan menjunjung tinggi kebhinekaan.


Ia turut mengingatkan tentang bahaya ideologi transnasional dan paham eksklusif yang dapat merusak sendi-sendi nasionalisme. Ia menyayangkan adanya kelompok yang menolak lagu kebangsaan atau simbol negara atas nama agama, karena hal ini bertentangan dengan Pancasila dan keutuhan NKRI.

Menutup arahannya, ia menegaskan bahwa moderasi beragama adalah wujud keberagamaan yang adil, manusiawi, dan menjunjung nilai-nilai persatuan. Ia berharap Kampung Ujung Gunung Ilir terus menjadi contoh kampung yang damai dalam keberagaman, serta menjadi benteng harmoni di tengah ancaman ideologis yang merusak.


Editor: Aditya Catur