Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin, menghadiri Rapat Koordinasi
Tim Aliran Kepercayaan dan Keagamaan
Masyarakat (Tim PAKEM) Kabupaten Tulang Bawang tahun 2024 yang berlansung di
Gedung Serba Guna Menggala, Selasa (05/11/2024).
Dalam
rapat tersebut, hadir sejumlah pejabat penting, antara lain Pj. Bupati Tulang
Bawang, Kejari Tulang Bawang Selaku Ketua TIM Pakem, Asisten Bidang
Pemerintahan dan Kesra, Kesbangpol Tulang Bawang, Para ketua Ormas MUI,
FKUB, NU, Muhammadiyah, LDII, Para Tokoh Lintas Agama, Ketua FKPP, dan segenap
tamu undangan lainnya.
Dalam
berlangsungnya rakor Tim Pakem ada
beberapa poin penting yang di diskusikan bersama diantaranya adalah;
Sinergi
Pengawasan dan Pembinaan Koordinasi antara pemerintah daerah, organisasi
keagamaan, dan masyarakat dalam memantau aliran kepercayaan yang berkembang,
untuk memastikan ajaran yang diajarkan tidak menyimpang dan tetap berada dalam
koridor hukum dan nilai-nilai kebangsaan.
Penguatan
Moderasi Beragama Melalui peran MUI, FKUB, NU, Muhammadiyah, dan LDII,
diharapkan muncul inisiatif untuk mempromosikan moderasi beragama di Tulang
Bawang, sehingga masyarakat bisa lebih menghargai perbedaan dan memperkuat
persatuan.
Sosialisasi Toleransi dan Kerukunan Penyampaian materi dan program tentang pentingnya toleransi antarumat beragama, yang diharapkan dapat diteruskan ke masyarakat melalui tokoh-tokoh agama dan pemuka masyarakat.
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Tulang Bawang, Ferli Yunedi, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada Tim PAKEM Kabupaten Tulang Bawang atas kinerjanya yang baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Melalui pelaksanaan Rakor rutin ini, saya berharap koordinasi kita semakin baik dalam memperkuat komitmen menjaga ketenteraman masyarakat dan kerukunan antar umat beragama," harapnya.
Dalam Rakor tersebut, salah satu isu yang dibahas
adalah keberadaan Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) di Kecamatan Banjar Agung dan
Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kecamatan Rawa Pitu. Kedua aliran
kepercayaan ini, menurut laporan masyarakat, saat ini dianggap cukup
meresahkan. Pj. Bupati mengharapkan Tim PAKEM Kabupaten Tulang Bawang untuk
segera menindaklanjuti masalah ini dengan pendekatan yang lebih preventif.
"Mengingat permasalahan ini sangat sensitif, karena berkaitan dengan agama atau aliran kepercayaan, kita berharap agar pendekatan secara preventif dapat diterapkan untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan," tegas Ferli.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Tulang Bawang Jalaluddin menegaskan bahwa dengan kehadiran
perwakilan dari berbagai pihak, acara ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk
memperkuat kerjasama dalam menjaga kerukunan dan mengawasi dinamika keagamaan
di Tulang Bawang demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan aman.
Lebih
lanjut Beliau menekankan pentingnya peran aktif para tokoh lintas agama dalam menjaga
stabilitas kondusivitas masyarakat menjelang Pilkada Kabupaten Tulang Bawang
pada 27 November 2024. Ia berharap agar seluruh elemen, baik Tim PAKEM maupun
tokoh agama, dapat bersatu dan berkolaborasi untuk menciptakan rasa aman,
damai, dan tenteram di tengah masyarakat. "Mari terus jaga toleransi dan
saling menghormati dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat," ajaknya.
"Rapat koordinasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama dan menghindari potensi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban,” tutupnya. (dody/lisa)
Editor: Aditya Catur