Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam
(PAPKI) Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Muhamad Hasan Basri bersama
jajaran staf pelaksana menghadiri Haflah Akhirussanah atau acara perpisahan
santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Sabilil Muttaqien. Kegiatan penuh haru
dan kebanggaan ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Gisting Bawah, pada Rabu
(4/6).
Kehadiran Kasi PAPKI beserta tim disambut hangat oleh pimpinan pondok, para ustadz dan ustazah, wali santri, serta tamu undangan lainnya. Haflah Akhirussanah menjadi momentum sakral yang menandai akhir masa pendidikan para santri setelah menempuh proses belajar selama bertahun-tahun.
Dalam sambutannya, Muhamad Hasan Basri menyampaikan
apresiasi tinggi kepada seluruh civitas pondok atas dedikasi dan konsistensi
dalam mendidik generasi muda. Ia menegaskan bahwa pondok pesantren adalah
benteng moral umat, tempat terbentuknya karakter dan spiritualitas santri yang
kokoh.
"Pondok pesantren adalah benteng moral dan peradaban
umat. Di sinilah karakter santri terbentuk, dan dari sinilah lahir generasi
tangguh yang akan menerangi masa depan bangsa," ujarnya di hadapan
hadirin.
Melalui Haflah Akhirussanah ini, diharapkan para santri
dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai
Islam yang damai, moderat, dan penuh kasih sayang.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto
kenang-kenangan, menjadi penanda akhir dari sebuah fase kehidupan para santri,
sekaligus awal dari perjuangan baru sebagai alumni pondok pesantren. (Fran/ Mela Basyar)