Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Semangat kebersamaan dan nilai religius mewarnai pelaksanaan Istighosah Akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten Lampung Tengah yang digelar pada Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi daerah sekaligus momentum memperkuat ikhtiar spiritual demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Lampung Tengah.
Kegiatan yang mengusung tema "Lampung Tengah Unggul, Adil dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045" itu dihadiri oleh Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos., Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua PD IPARI Lampung Tengah H. Rusdianto, S.H.I., Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Lampung Tengah, Muslimat NU, Fatayat NU, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Kehadiran jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah dalam agenda tersebut menjadi bentuk komitmen dalam mendukung penguatan kehidupan beragama, menjaga harmoni sosial, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat sebagai fondasi penting pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menegaskan bahwa Kabupaten Lampung Tengah merupakan rumah bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dibangun secara kolektif dengan semangat persatuan dan gotong royong.
"Lampung Tengah ini milik kita bersama. Karena itu mari terus menjaga kerukunan umat beragama, mempererat persaudaraan, serta bersama-sama membangun daerah ini menjadi kabupaten yang unggul, adil, dan sejahtera untuk masa depan yang lebih baik," ujar Komang Koheri.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, serta mendukung pembangunan daerah demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PD IPARI Lampung Tengah, menyampaikan bahwa kegiatan istighosah akbar bukan sekadar agenda seremonial dalam peringatan hari jadi daerah, tetapi menjadi ruang bersama untuk memperkuat spiritualitas sekaligus memanjatkan doa terbaik bagi masa depan Lampung Tengah.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja nyata secara fisik, tetapi juga harus diiringi kekuatan doa, kebersamaan, dan nilai-nilai keagamaan yang terus dijaga di tengah masyarakat.
"Momentum istighosah ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus dibangun dengan keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin. Kita berharap di usia ke-80 tahun ini, Lampung Tengah semakin diberkahi, masyarakatnya semakin harmonis, dan pembangunan terus berjalan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga," ungkap Rusdianto.
Doa bersama dipimpin oleh KH. Nur Daim, Pengasuh Pondok Pesantren Darusalamah Terusan Nunyai, yang memanjatkan doa bagi keberkahan, keselamatan, serta kemajuan Kabupaten Lampung Tengah agar senantiasa diberikan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Melalui momentum peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Lampung Tengah, semangat kebersamaan, nilai spiritual, serta kerukunan antarumat diharapkan semakin kokoh sebagai modal utama dalam melanjutkan pembangunan menuju Lampung Tengah yang unggul, harmonis, adil, dan sejahtera di masa mendatang.
Humas Lampung Tengah