Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang
Bawang Ahmad Jalaluddin membuka secara resmi Kegiatan Bimbingan Teknis Madrasah
Pandai Berhitung Menggunakan Motode Gasing yang dilaksanakan di Ruang Kelas MIN
1 Tulang Bawang, Selasa (24/09/2024).
Dalam
mengawali sambutannya, Jalaluddin menyampaikan bahwa berhitung dalam dunia
pendidikan, kemampuan dasar berhitung merupakan keterampilan esensial yang
menjadi fondasi bagi penguasaan berbagai ilmu pengetahuan. Berhitung bukan
hanya sekadar kegiatan matematis, tetapi merupakan kemampuan logis yang menjadi
dasar dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan berpikir kritis.
Metode Gasing yang merupakan singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan, memberikan pendekatan baru dalam belajar berhitung. Metode ini tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses yang menyenangkan bagi peserta didik. Menggabungkan metode ini dalam pembelajaran akan memudahkan siswa untuk memahami konsep matematika dengan lebih mendalam dan cepat.
Jalaluddin memberikan penghargaan dan dukungan penuh kepada para peserta yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini. "Pelatihan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan kesempatan besar untuk mengembangkan kompetensi yang akan membantu Anda dalam menjalankan tugas sebagai pendidik atau tenaga pendidikan. Diketahui, Gasing adalah metode belajar matematika yang dikembangkan oleh ahli fisika Indonesia Prof. Yohanes Surya, Ph.D,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, beliau menekankan 3 poin penting dalam sambutannya.
Pertama, komitmen untuk menerapkan ilmu. Setiap peserta diharapkan tidak hanya
mempelajari metode ini untuk diri sendiri, tetapi juga untuk diterapkan dan
diajarkan kepada siswa dengan penuh semangat dan kreativitas. Keberhasilan sebuah metode tidak hanya tergantung pada teorinya, tetapi juga
pada cara mengaplikasikannya di lapangan.
Kedua, membangun kesabaran dan ketelatenan. Mengajar dengan metode baru membutuhkan kesabaran.
Proses adaptasi mungkin tidak selalu mudah, baik bagi pendidik maupun bagi siswa. "Dengan ketekunan dan pendekatan yang menyenangkan, saya yakin hasil yang
dicapai akan luar biasa,” ucap Jalaluddin.
Ketiga, berinovasi dan berkolaborasi. "Jangan berhenti belajar dan berinovasi. Metode Gasing ini adalah salah satu jalan, namun kreativitas dan kolaborasi anda sebagai pendidik juga sangat penting. Bangun komunikasi antar sesama guru dan pelatih, serta terus kembangkan metode yang ada agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa di lapangan,” tambahnya.
Mengakhiri
sambutannya, Jalaluddin berharap melalui bimbingan teknis ini, pendidik dapat
lebih percaya diri dalam mengajar berhitung dengan metode Gasing dan mampu
mentransfer ilmu ini kepada siswa dengan penuh antusiasme. "Saya juga berharap
kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi peningkatan kualitas pendidikan kita
di masa mendatang," tutup Jalal.
Turut hadir dalam kegiatan bimbingan tersebut Kasi Pendidikan Madrasah Eviyana, Ketua Pokjawas Rokhman, Kepala MIN 1 Tulang Bawang Triyani. (dody)
Editor: Aditya Catur