Pesawaran, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, menghadiri kegiatan Wisuda Santri Pondok Pesantren Daarul Hufaz Gedongtataan yang digelar di Graha Adora Pesawaran, Rabu (21/5). Kehadiran beliau didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Khuzil Afwa Kahuripan, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap lembaga pendidikan berbasis pesantren yang konsisten melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an.
Sebanyak 180 santri diwisuda pada kesempatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Wisuda ini tidak hanya menjadi simbol kelulusan formal, tetapi juga merupakan peneguhan atas capaian penting para santri dalam bidang tahfidz Al-Qur’an yang menjadi program unggulan pondok pesantren Daarul Hufaz.
Pondok pesantren ini dikenal sebagai lembaga yang menekankan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Qur’ani. Tahun ini, sebanyak 14 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an secara sempurna. Pencapaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan metode pendidikan yang diterapkan serta semangat luar biasa dari para santri dan pembimbingnya.
Dalam sambutannya, Farid Wajedi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas pencapaian tersebut. Ia menyebut bahwa menghafal 30 juz bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga spiritual yang luar biasa. “Saya sangat bangga kepada para santri dan para ustadz yang telah membimbing mereka. Ini adalah investasi besar bagi masa depan umat dan bangsa,” ujar Farid.
Kebahagiaan dan kebanggaan juga terpancar jelas dari raut wajah para orang tua yang hadir menyaksikan prosesi wisuda. Momen haru dan penuh syukur menyelimuti suasana acara ketika nama-nama santri penghafal 30 juz disebutkan. Dengan penuh harap, mereka menitipkan masa depan anak-anaknya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan negara. (Bagus/Sinta/Irfan)
Editor : Fadilah